Tamu

December 14, 2010
52 secs

Malam telah sempurna. Gelap. Hujan baru saja reda. Lantai yang basah tak menggambarkan jejakku. Seekor kucing yang tengah menyusui anak-anaknya menggeram sampai aku berlalu.

Angin berkesiur, menimpali detik jarum jam dinding besar. Kuhampiri seorang perempuan yang tengah berkaca dalam kamarnya. Ia memilin-milin rambut, tersenyum, mungkin berkhayal menjadi ratu yang khawatir kecantikannya disaingi Putri Salju. Aku bergeming di belakangnya. Ia tidak mungkin mengenaliku.

Bayanganku tidak memantul di sana. Parasku yang sumringah. Dulu.

Aku berdiri tegak, memandanginya naik peraduan. Meringkuk di balik selimut tebal melawan tusukan dingin. Dingin yang sebenarnya berasal dari kehadiranku. Aku datang berkunjung, setelah berkeliling mencari kepalaku. Yang ditanam kakakku di bawah tempat tidurnya.

Editor

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.