Pendamping Proses Kreatif

May 24, 2011
2 mins

Bagi saya pribadi, salah satu sinyal ‘keberhasilan’ menerjemahkan novel adalah bila sosok tokoh-tokohnya menjelma dalam imajinasi saya. Seperti sedang nonton film di kepala saat bekerja,

Saya tidak bisa memungkiri bahwa musik berperan tidak kecil dalam melancarkan penerjemahan. Idealnya, suasana yang sangat senyap (menyitir istri seorang pelukis yang pernah saya baca wawancaranya di sebuah majalah wanita, jangan sampai ada bunyi jarum jatuh) adalah yang paling kondusif. Namun beberapa hal memaksa saya lebih berkompromi dan menyiasati kegaduhan yang mengganggu, paling-paling tidak bisa tidur siang saja. Terima kasih kepada penemu dan pencipta benda mungil bernama earphone. Tepatnya, headset ponsel.

Khusus untuk mengerjakan novel yang hampir selesai saya terjemahkan kali ini, saya kerap mendengarkan radio. Berhubung latar waktunya mulai dari tahun 70-an, tepatlah jika saya memutar lagu-lagu jadul sebagai pendamping. Dalam buku ini pun disebut sejumlah lagu, antara lain Bohemian Rhapsody-nya Queen.

Yang saya pilih karena menghidupkan suasana cerita:

Somewhere Only We Know (Keane) Tak terlalu jadul memang, tapi isi dan liriknya senada dengan cerita.

Paint It Black (Rolling Stones)

Crazy (Aerosmith)

Midnight in Chelsea (Bon Jovi)

Are You Over Me? (Stan Bush)

I Will Survive (Cake)

Buku tentu saja bahan riset yang wajib. Untuk proyek ini, saya membaca antara lain:

Salamatahari 2 (Sundea)

Love, Aubrey (Suzanne LaFleur)

Katalis (Laurie Halse Anderson)

Gadis Korek Api (Hans Christian Andersen)

Not A Little Monster (Andri Priyatna)

dan yang sekarang, All Those Things We Never Said (Marc Levy)

Bagaimana dengan film? Saya hanya menonton A Summer in Genoa lantaran membayangkan Colin Firth memerankan tokoh ayah di buku ini dan Fragments, sebuah film drama mengenai kekerasan yang mengubah hidup banyak orang. Tetapi keduanya tidak selesai karena sudah cukup suram. Untuk membangkitkan feel saja.

Editor

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.