Menghindari Pengulangan

March 24, 2011
13 secs

Pra sunting

“Kisahnya bukan begitu,” aku menyela, membenahi selimut kasar di pundakku ketika angin meraung di luar. Aku dan ibuku, Maheen, duduk berhadapan dengan sangat rapat, tetapi aku berbicara perlahan karena yang lain sedang tidur hanya beberapa langkah jauhnya.

“Kau benar, dan aku ingin ceritanya berjalan seperti tadi,” katanya, menyelipkan seuntai rambut kelabunya ke dalam syal yang usang. “Itulah yang kami harapkan darimu.”

Pasca sunting

“Kisahnya bukan begitu,” aku menyela, membenahi selimut kasar di pundakku ketika angin meraung di luar. Aku dan ibuku, Maheen, duduk berhadapan dengan sangat rapat, tetapi aku berbicara perlahan karena yang lain sedang tidur hanya beberapa langkah jauhnya.

“Kau benar, dan aku ingin ceritanya berjalan seperti tadi,” kata Ibu, menyelipkan seuntai rambut kelabunya ke dalam syal yang usang. “Itulah yang kami harapkan darimu.”

‘ku’ setelah ‘pundak’ dihilangkan karena sudah jelas pundak milik siapa. Sedangkan ‘Ibu’ digunakan untuk menghindari seringnya ‘nya’ dalam jarak dekat.

Editor

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.
PREVIOUS ARTICLE
Safflower
NEXT ARTICLE
Dedalu