The Social Network, Kisah Sang Pendiri Facebook

November 06, 2010
2 mins

sumber: wikipedia

Seorang kawan menyatakan bahwa film ini patut ditonton oleh para ‘hantu’ Facebook. Saya pribadi meminaticerita yang berbau teknologi, maka tetap memasang mata akan komputer-komputer keren dengan kecepatan Internet yang aduhai sepanjang film meskipun subtitle-nya bisa dikatakan membingungkan. Alhamdulillah, dengan meraba-raba di antara dialog yang lumayan cepat, saya dapat menerka isinya.

Semula, Mark Zuckenberg hanya ingin menumpahkan kejengkelan karena diputuskan kekasih. Ia menulis di blog, yang diakses puluhan ribu orang dalam semalam hingga server Harvard, tempatnya menuntut ilmu, roboh. Bakatnya membuat Mark direkrut sepasang kembar di kampus untuk mengerjakan situs guna mengoneksikan para mahasiswa Harvard.

Dari situ, Mark berkolaborasi dengan sahabatnya, Eduardo Saverin, untuk membangun jejaring sosial bernama The Facebook. Masih seputar kampus, tetapi mereka meraup popularitas kemudian. Pasangan kembar yang menemukan itu merasa Mark mencuri ide dan menuntutnya.

Semula, saya menduga bahwa film ini bercerita tentang sisi-sisi negatif Facebook. Namun sedari mula, dua pendirinya pun telah kecipratan dampak kurang enak walaupun 7 tahun lalu, situs tersebut belum semeriah sekarang (dengan segala kontroversinya). Yang paling saya selami adalah keretakan hubungan Mark dan Eduardo, setelah mereka membangun kerja sama dengan Sean Parker (dimainkan oleh Justin Timberlake), pemilik Napster yang bangkrut. Satu poin bahwa dalam persahabatan dua orang pria pun, orang ketiga bisa muncul dan mengacaukan segalanya.

Bagi saya, The Social Network menggarisbawahi pesan bahwa sukses acap kali harus dibayar mahal. Selain itu, perlu pertimbangan bolak-balik untuk berbisnis dengan sahabat, mengingat risikonya yang sangat besar.

Editor

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

2 Responses for this article

  1. on
    November 6th, 2010

    jadi berapa bintang mbak? aku tadi barusan beli dvd-nya, tapi belum nonton sih

    • Rini Nurul Badariah
      on
      November 6th, 2010

      3,5 bintang, Sin. Oh ya, menurut Mark Zuckenberg asli, sebagian cerita film ini fiksi. Namun dia tidak keberatan didramatisir sebab kalau mengambil kisah nyata 100 persen, katanya membosankan:))