The Great Gatsby

January 09, 2011
2 mins

Gatsby yang saya tahu sewaktu kecil adalah merk cologne (orang Sunda bilang kolonyet). Tetapi saya ‘berkenalan’ dengan pria ini melalui sebuah novel bahasa Inggris terbitan Dian Rakyat (versi Inggris simpel, namun penerjemahannya tetap membutuhkan upaya keras waktu itu). Padahal karya F. Scott Fitzgerald ini telah difilmkan dengan aktor Robert Redford.

Gatsby adalah seorang pria flamboyan yang senantiasa sendirian namun hobi merayakan pesta. Salah satu pasangan tamu yang diundangnya adalah tetangganya, Daisy dan suaminya (lupa namanya). Si suami berperangai kasar dan pongah. Ia juga berselingkuh dengan wanita yang sudah menikah. Hubungannya itu tidak ditutupinya dari Nick, sepupu Daisy, yang menceritakan kisah dalam novel ini dengan sudut pandangnya.

Ternyata antara Gatsby dan Daisy pernah ada kisah cinta. Karena wanita itulah, Gatsby pindah ke wilayah tersebut. Lambat-laun suami Daisy mengetahui perhatian tetangga barunya kepada sang istri. Ketegangan memuncak kala Gatsby dan Daisy bertukar mobil dengan suaminya dan seorang teman wanita lain (yang akrab dengan Nick) sepulang dari sebuah perjalanan. Daisy gugup dan menghantam Myrtle, perempuan simpanan suaminya yang berlari ke tengah jalan.

Saya merasakan kegeraman yang sama terhadap Daisy dan suaminya, terhadap cara mereka mengatasi persoalan ketika suami Myrtle tidak menerima kematian istrinya. Sebuah peristiwa mengenaskan terjadi, masa lalu Gatsby pun terungkap.

Setelah melalui satu kali revisi, novelet ini dimuat sebagai cerber di
majalah Femina pada awal tahun 2000. Mereka tertarik memuat naskah terjemahan itu namun saya diminta memperbaikinya karena masih kering. Tergoda untuk menyegarkan otak dari bimbingan yang belum juga selesai, saya mengetik ulang dari awal sambil menerjemahkan ulang karena file-nya raib. Suami (waktu itu kami belum menikah) saya mintai bantuan mengetik sesuai yang saya diktekan.
Masih inget banget saat itu ibu saya menyetrika dekat ruang komputer. Ia tertawa kala saya mendiktekan, “Kau ingin menceraikanku demi seorang bajingan?”

Editor

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

3 Responses for this article

  1. akura dibrata
    on
    February 12th, 2011

    aku jadi pingin baca gatsby….pernah lihat sih cuma waktuku gak ada

  2. Uci
    on
    February 15th, 2011

    Wah, baru tahu pernah ada novelet ini di Femina. Keren Rin 🙂

    • Rini Nurul
      on
      February 15th, 2011

      Tengkyu, Ci:)