The Demon’s Lexicon (The Demon’s Lexicon Trilogy #1), Fantasi Nan Macho

December 10, 2010
3 mins

Penulis: Sarah Rees Brennan

Penerbit: Simon & Schuster Children’s

Cetakan: I, Juni 2009

Tebal: 329 halaman

ISBN: 1847382894

sumber: Goodreads

“Some magicians are rich, some are famous, some are stupidly good-looking.’ Jamie gave Nick a rather complicated look. Nick raised an eyebrow. ‘Some of us manage to be stupidly good-looking on our own.”

Saya adalah penerjemah edisi Indonesianya, maka saya hanya akan mengulas buku aslinya.

Fantasi yang berbau sihir adalah barang yang relatif baru untuk saya. Tidak mudah bagi saya mengonsumsi buku fantasi bersambung, maka tak mengherankan bila bacaan bergenre ini lumayan sedikit. Namun ada daya pikat besar dalam karya perdana Sarah Rees Brennan, penulis berdarah Irlandia, ini. Salah satunya adalah karakter laki-laki yang kuat dan hidup. Suatu bukti bahwa perempuan pun dapat menulis dan menyelami kepribadian lelaki, yang jauh lebih muda darinya pula, dengan amat baik.

Demon’s Lexicon berkisah tentang Nick dan Alan Ryves, kakak-beradik yang sejak kecil harus berpindah-pindah karena dikejar iblis. Iblis tersebut adalah utusan Black Arthur, yang ditengarai menghendaki kalung jimat ibu mereka. Olivia, sang ibu, melarikan diri bersama kedua putranya namun bertingkah tidak normal lantaran Black Arthur tidak rela jimat tersebut diambil.

Nick adalah profil remaja yang sinis. Ia melawan sihir dengan sabetan pedang, Alan dengan pistol. Adegan awal dibuka secara menegangkan, ditambah kemunculan dua karakter pendukung, kakak-beradik Mae dan Jamie. Keduanya merupakan potret saudara yang hangat lagi mesra, membuat Nick gemas pada kelembekan Jamie sekaligus keramahan Alan yang menurutnya terlalu baik hati. Jamie membutuhkan pertolongan mereka karena ‘dihadiahi’ mata iblis di salah satu bagian badannya. Yang membuat saya trenyuh, antara lain

[spoiler] ketika mengetahui bahwa ayah mereka, Daniel Ryves, berkorban nyawa di depan mata Alan dan menyerahkan tanggung jawab sebagai kepala keluarga, melindungi Olivia dan Nick ke tangan sang putra yang masih kecil [/spoiler]

Sepanjang cerita, Nick dan Alan bergantian memesona saya, meski Nick tetap menjadi juara. Karakternya sadar akan kemenawanan fisik, tetapi juga acuh tak acuh, penyendiri dan terus terang. Diam-diam Nick bergantung sekali pada kakaknya dan takut kehilangan dia. Daya pukau ini berhasil menerjang kejemuan yang timbul karena Brennan menulis amat detail. Katakanlah, untuk menggambarkan turun dari mobil saja ia membutuhkan satu atau dua alinea.

Seorang sahabat yang menggemari fiksi fantasi menyampaikan bahwa alur permulaan biasanya memang lambat, bahkan bisa mencapai pertengahan buku. Oleh sebab itu saya bersabar menelan kisah sajian Brennan, yang masih asyik karena ditingkahi adegan laga dan dialog-dialog menarik. Menjelang klimaks, meledaklah kejutan itu.

[spoiler] Antara sedih dan terpukau, karena ternyata Nick bukan adik kandung Alan. Olivia juga bukan ibu pemuda itu. Saya acung jempol sebab Sarah Rees Brennan mengkreasikan ide, membuktikan bahwa ternyata Nick adalah iblis yang menghuni tubuh manusia. Itulah sebabnya ia tidak bisa membaca alias disleksia, salah satu penanda bukan makhluk yang berada di alam semestinya [/spoiler]

Maka saya putuskan, The Demon’s Lexicon adalah fiksi fantasi yang pantas dibaca oleh awam di genre ini sekalipun.

Editor

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

2 Responses for this article

  1. mide-chan
    on
    May 14th, 2011

    Wew. Iseng-iseng nemu penerjemah Demon’s Lexicon 😀

    Saya baca versi aslinya sih mbak, ini banting setir ke sana sini buat bisa PO Demon’s Covenant.

    Yang menarik sih memang karakter-karakternya, saya setuju, dan “big bang” di endingnya itu. Waktu pertama kali baca, aku sudah pikir, “what, kok mirip sama Sasuke Uchiha gini si Nick, lalu si Alan mirip Itachi, Mae mirip Sakura. Dan oh Jamie…” aku pikir ini kayak fanfiction. Dan bener deh dugaan saya, si Sarah Rees dulunya memang penulis fanfiction di fandom HP 🙂 jadi pingin liat perkembangannya dari nol sampe jadi pro seperti ini. Sayang semua fanfictionnya udah gak dipost dimanapun 🙁

    Ini novel bagus, entah karena banyak yang suka atau gimana, saya lihat di Malang, Bintaro dan Jakarta udah gak ada ini novel 🙂

    Salam kenal ya mbak ^^

    • Rini Nurul
      on
      May 14th, 2011

      Terima kasih banyak, mide-chan. Novel ini akan terbit (atau sudah ya?) dalam versi platinumnya, tapi terbatas:)