The Chorus/Les Choristes (2004)

March 02, 2011
52 secs

sumber: wikipedia

Namanya Pierre Morhange. Ia seorang konduktor ternama dan mendapat kabar bahwa ibunya meninggal dunia. Di malam berhujan itu, Morhange berjumpa kawan lamanya sedari lima puluh tahun silam, Pepinot. Ia membawa sebuah tanda mata, buku harian guru sekaligus pengawas mereka ketika bersekolah asrama di Fond de L’Etang. Beliau bernama Clément Mathieu.

Saat datang ke tempat kerja barunya, Mathieu tidak tahu kondisi anak-anak. Ia terperangah oleh cara didik keras Rachin, kepala sekolah yang menjunjung motto Action-Réaction. Hobi Rachin yang sedikit-sedikit menghukum mengingatkan saya pada kepala sekolah di buku Matilda, tetapi di sini tidak diperlihatkan sama sekali ihwal kekerasan tersebut.

Mathieu mencoba menerapkan eksperimen karena ternyata anak-anak meminati lembaran musiknya. Ia membentuk paduan suara dan menggali bakat-bakat terpendam di antara para murid. Dengan kesabaran luar biasa, Mathieu melihat perubahan karakter anak-anak yang mulai gembira.

Film sejenis Dead Poets Society ini sangat mengharukan. Dengan musik, anak-anak dapat diperkenalkan pada disiplin. Vokal yang indah dan wajah-wajah manis para bocah Prancis yang tampil dalam Les Choristes memikat saya sehingga terus menyimak tanpa jemu. Banyak suara emas yang pernah saya dengar, tapi di film inilah saya mengenal apa yang disebut voice from heaven dan membuat mata berkaca-kaca. Salah satu kutipan berharganya, “Never say never, something’s always worth trying.”

Bahasa Prancisnya mudah dimengerti dan enak sekali didengar, patut dijadikan rujukan belajar.

Rating: 5/5

Editor

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

2 Responses for this article

  1. on
    March 11th, 2011

    Skornya sempurnaaa…. akan aku cari! tapi film perancis kebanyakan gak berjodoh denganku, semoga yang ini gak begitu ^^

    • Rini Nurul
      on
      March 13th, 2011

      Feelingku ini akan lebih Yayan sukai. Semoga, ya:)