The Back-up Plan (2010)

April 24, 2011
38 secs

Zoe seorang pemilik pet shop lajang dan berkeinginan memiliki anak. Targetnya untuk menikah pada usia tertentu tidak tercapai, maka ia memutuskan inseminasi saja. Sahabatnya sendiri menolak menjadi donor bibit dan malah menuduhnya terlalu kesepian. Zoe sendiri tidak mengira bahwa proses kehamilannya akan berlangsung segera, bahkan pada hari yang sama ia bertemu dengan Stan, seorang petani keju yang amat tertarik kepadanya.

Rencana Zoe untuk menjadi ibu tunggal ternyata tidak berjalan semulus yang ia kira.

Rasanya, pikiran saya terwakili dalam film ini. Karakter Zoe dan Stan menunjukkan sisi lain yang alamiah, ketika seseorang hendak membina hubungan dan memiliki komitmen sebagai orangtua. Mengokohkan kerja sama, menepis kekhawatiran, persiapan mental yang secara jujur perlu dilakukan untuk menghindari baby blues serta aneka guncangan lainnya. Seperti halnya mempunyai pasangan, mempunyai anak pun mengandung sisi-sisi menggelisahkan (tanpa bermaksud menakut-nakuti siapa pun). Saya sendiri ngilu menghadapi sejumlah adegan pemeriksaan kandungan dan proses melahirkan di sini. Bukan berarti alergi punya anak atau berkomitmen dengan seseorang, melainkan pengetahuan berimbang akan segi-segi  menantang yang harus diatasi dan berpotensi menimbulkan stres bahkan merapuhkan hubungan.

Endingnya terbilang berbeda dengan film sejenis. Dan menurut saya, Jennifer Lopez lebih baik main film saja daripada menyanyi. Khususnya drama komedi romantis seperti ini.

Rating: 4/5

Editor

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

6 Responses for this article

  1. on
    April 24th, 2011

    hehehe, pas liat ini, paling takjub pas adegan j-lo lari pake sepatu hak tinggi, padahal udah hamil… wanita memang benar2 sakti. 😀

    • Rini Nurul
      on
      April 25th, 2011

      Hahaha, bener juga Nur. Detail-detail seperti itu disengaja atau memang kelewat, ya? *jadi berpikir*

      • on
        April 25th, 2011

        iya. bisa sengaja atau bisa jadi lupa… bener2 yang pas adegan itu bikin mikir banget. walaupun mungkin sebagian besar wanita penggemar hak tinggi menganggapnya bukan masalah. tapi itu stiletto. tinggi banget dan lancip. hahaha… ah, sudah biasa mungkin 🙂 atau sutradaranya lupa… atau j-lo sudah biasa… hmmm toh, itu juga hamilnya boongan, meskipun saya akui, penampakan kehamilannya benar-benar alami, tidak sekadar ganjal bantal di perut doang. hahaha… detail gitu ya merhatiinnya. 😀

        • Rini Nurul
          on
          April 26th, 2011

          Hihihi…aku juga merhatiin, kok pas hamil mukanya J-lo nggak ‘bengkak’ ya? Atau memang ada orang yang cuma gede perutnya pas hamil? *bawel*:D

          • della
            on
            April 29th, 2011

            Ada kok Mbak yang cuma gede perutnya pas hamil. Ini nihhh.. *nunjuk diri sendiri* 😀
            Makanya dulu sering dikira cuma buncit doang, bukannya hamil. Tega ya.. ;))

          • admin rinurbad.com
            on
            May 22nd, 2011

            Oalaaah…hihihi…