Tes Penerjemah Lepas di Penerbitan

March 02, 2011
3 mins

Uraian di bawah ini berdasarkan pengalaman saya seputar tes penerjemah lepas di penerbitan buku.

Tes menerjemahkan ialah prosedur lazim. Kadang penerjemah senior dan berpengalaman pun menempuhnya, terutama jika penerbit merasa ‘belum kenal’.

Ada yang berpendapat bahwa tes menerjemahkan maksimal hanya 250 kata. Lebih dari itu dicurigai ‘ngibul’ alias ingin dapat hasil terjemahan gratis yang kemudian digabungkan dengan hasil para pelamar lain. Bisa dibayangkan, 250 kata mungkin tak sampai 1 halaman. Bagaimana bisa menilai bahwa penerjemah ini mampu melebur dengan gaya dan cerita?

Rata-rata tes menerjemahkan bertenggat 3 hari-seminggu. Usahakan tidak menawar waktu. Mungkin diberi, tapi kita mendapat catatan tambahan di meja editor Mengapa? Ketika melayangkan lamaran, berarti kita siap memperolehย tes kapan saja. Seperti biasa, hindari mepet agar pemeriksaan ulangnya maksimal.

Tes tetap diberikan meskipun kita sudah melampirkan contoh karya atau judul yang sudah terbit. Bisa jadi, editor pemberi tesย belum membaca karya kita mengingat banyaknya buku terjemahan baru di pasaran setiap bulannya. Selain itu, tes bertujuan melihat kecocokan penerjemah dalam hal gaya dengan buku yang diujikan dan biasanya hendak diterbitkan segera.

Apa yang dinilai dalam tes penerjemah? Biasanya gaya yang kurang lentur atau luwes masih dimaklumi, khususnya pada penerjemah baru, baik yang sama sekali belum pernah menerjemahkan maupun yang biasanya menerjemahkan bidang lain.

Penerjemah yang masih salah dalam tata bahasa dan EYD, juga keliru menafsirkan kalimat bisa dipastikan tidak lulus. Tata bahasa dan EYD itu juga dilihat dalam CV dan surat lamaran. Jangan pernah menulis ‘penterjemah’. Jangan kecil hati jika pemberi tes tidak mengumumkan hasil. Pemberitahuan memang sangat jarang terjadi, terlebih bila pelamarnya sangat banyak. Biasanya yang lulus langsung dihubungi.

Mungkin saja hasil tes kita baik, namun penerbit belum menemukan buku yang cocok dengan gaya kita. Ini memerlukan waktu. Karena perkara gaya pula, penerjemah berpengalaman terkadang tidak lulus tes. Biasanya karena ia sudah amat terbiasa dengan selingkung penerbit tertentu.

Jika ingin ikut tes penerjemah namun masih ada pekerjaan di depan mata, kita bisa tetap melamar. Sebutkan saja dalam surat lamaran bahwa “Saya baru memiliki waktu luang pada pertengahan Maret 2011”, misalnya. Penerbit akan mengerti dan menghargai kejujuran ini. Kalau memang cocok, kita akan tetap dihubungi pada waktu tersebut.

Jangan sungkan ‘merogoh modal’. Sering saya dengar ada yang ingin menerjemahkan di penerbit tertentu tetapi tidak pernah membaca buku terbitannya. Setidaknya, kunjungi web penerbit tersebut dan lihat-lihat genre bukunya, pelajari produknya. Lebih baik lagi, baca minimal satu.

Catatan penting: Saat melamar, usahakan agar CV yang dilampirkan sepanjang satu halaman saja. Nama lengkap, alamat lengkap beserta telepon yang mudah dihubungi, email (hindari menggunakan id yang kurang formal. dewiratih@rocketmail.com lebih baik daripada akyukeren@rocketmail.com, misalnya.), dan URL blog/akun jejaring sosial yang mencakup portfolio. Cukup cantumkan jenjang pendidikan terakhir, pengalaman yang relevan pun tak perlu terlalu rinci.

Editor

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

28 Responses for this article

  1. zai
    on
    March 2nd, 2011

    jadi kalo nggak lulus tes, biasanya malah ga dibilangin ya, Teh

    • Rini Nurul
      on
      March 2nd, 2011

      Iya, Zai. Kadang udah lulus juga nggak langsung dikabari, tahu-tahu pas kita lupa, dikontak untuk diorder:)

      • zai
        on
        March 17th, 2011

        hahaha iya ya
        hmmmm kenapa bisa begitu – kan kasian yang pada nunggu2 jawaban
        menurut saya sih kan ga susah ya ngasi tau hasilnya +__+

        • Rini Nurul
          on
          March 17th, 2011

          Hehehe, jawaban klasik tapi sungguhan, pelamarnya banyak dan editor kerjaannya segudang:)

  2. on
    March 3rd, 2011

    Oh, boleh mencantumkan “Saya baru memiliki waktu luang pada…โ€ณ toh? Hihihi. Baru tau. Makasi tipsnya, Mbak ๐Ÿ™‚

    • Rini Nurul
      on
      March 3rd, 2011

      Boleh banget, Nui. Sami-sami:)

    • Rini Nurul
      on
      March 3rd, 2011

      Sama-sama. Silakan, Mbak Dini.

  3. Tika
    on
    March 4th, 2011

    Salam kenal, Teh Rini.. ๐Ÿ™‚
    saya belum lama ini melamar untuk jadi penerjemah lepas ke beberapa penerbit. Tapi sebenarnya tidak semua penerbit itu sedang membuka lowongan. Hehe.. Modal nekat. Kira-kira nasib berkas lamaran saya akan disimpan sampai mereka butuh penerjemah atau langsung ke tempat sampah ya? ๐Ÿ˜€

    • Rini Nurul
      on
      March 6th, 2011

      Salam kenal, Mbak Tika.
      Menurut saya, nggak dibuang kok, Mbak. Kalau memang lain kali mereka butuh penerjemah dan Mbak Tika diperkirakan cocok, akan dihubungi untuk menempuh tes lebih dulu:)

      • Tika
        on
        March 17th, 2011

        Terima kasih, Mbak ๐Ÿ™‚

        • Rini Nurul
          on
          March 17th, 2011

          Sama-sama:)

    • on
      March 18th, 2011

      aku juga dulu gitu kok. kirim2 aja. modal nekat ๐Ÿ˜€
      padahal ga ada lowongan. trus dikasih tes. ๐Ÿ˜€

      • Rini Nurul
        on
        March 18th, 2011

        Ya, kadang penerbit tidak mengumumkan secara terbuka jika butuh penerjemah:)

  4. ema
    on
    April 10th, 2011

    salam kenal mbak rini..makasih banget, udah ngasih ‘bocoran’..:-)
    jadi makin semangat buat menembus dunia penerbitan sebagai penerjemah, walaupun sebagai pemula..yg penting mau terus berusaha dan berlatih kan mbak?

    • Rini Nurul
      on
      April 10th, 2011

      Salam kenal kembali, sama-sama. Ya, begitulah kesimpulannya:)

  5. celly
    on
    January 9th, 2012

    mw tny dong..kalo ngelamar jd penerjemah di penerbitan itu gmn caranya ya?apa lewat email atau gmn?thx..

    • admin rinurbad.com
      on
      January 12th, 2012

      Silakan baca FAQ.

  6. Anto
    on
    February 7th, 2013

    A nice eye opener buat siapa saja yang tertarik pada bidang ini. Boleh dishare di FB mbak Rinurbad?

    • Rini Nurul
      on
      February 8th, 2013

      Silakan, Mas.

  7. Catur Rusputranto
    on
    February 8th, 2013

    Trims mbak Rini, bisa menemukan ini lewat bahtera. O ya, boleh tahu tautan atau blog mana saja yang bisa cukup membantu menerjemahkan buku-buku dan novel ya mbak? Saya ini ‘penerjemah kesiangan’ (baru berhasrat menekuni dunia penerjemahan), yang sebelumnya seorang guru Bahasa Inggris. Kebetulan sekarang bekerja paruh waktu dengan satu penerbit buku, dalam waktu bersamaan, seminggu kemarin saya TIDAK lulus tes terjemahan yang disyaratkan salah satu penerbit besar. Nah, blog ini merupakan penyemangat saya untuk tidak berkecil hati dan terus berusaha, karena mungkin pesaing-pesaing yang ada adalah bukan penerjemah sembarangan. Sekali lagi terima kasih.

    • Rini Nurul
      on
      February 8th, 2013

      Kalau yang Pak Catur maksud blog penerjemah buku, di menu Tetangga sebelah kiri itu cukup banyak. Tidak jarang ada tips yang berguna.
      Sedangkan blog khusus penerjemahan, silakan baca-baca Catatan Penerjemahan. Terima kasih sudah berkunjung.

  8. on
    February 20th, 2013

    Hi, Rini. Thank you for visiting my site and liking the post, The Best Gifts my Dad Gave Me: Time and Memories. I’m sorry that I cannot read your language because I’d like to read your posts, too. You look like a lovely young woman and it appears you have a very nice site. I hope we can become acquainted.

    • Rini Nurul
      on
      February 21st, 2013

      Hello, Renee, thanks a lot for stopping by.
      Indeed, your posting made me teary and touched my heart deep down inside.
      I thank you for your nice effort to like my posts, means a lot:)

  9. rosi
    on
    March 26th, 2016

    Assalamualaikum, mbak Rin,salam kenal. Saya pun ingin jadi penerjemah lepas, jadi selarang lagi cari info seputar itu….

  10. rosa
    on
    October 14th, 2016

    kalau boleh nanya, mbak sendiri dikabari setelah berapa lama, ya? saya sudah dapat e-mail konfirmasi bahwa hasil tes sudah diterima sejak empat minggu yang lalu, tapi sampai sekarang belum dapat kabar lulus atau tidaknya ๐Ÿ™

    • Rini Nurul
      on
      October 15th, 2016

      Setelah berbulan-bulan juga pernah, Mbak, tahu-tahu ditawari order.

  11. rosa
    on
    October 18th, 2016

    terima kasih infonya mbak ๐Ÿ™‚ mudah-mudahan saya segera mendapat order.