Terjemahan yang Salah

March 17, 2011
58 secs

Saya bertanya kepada seorang editor dalam diskusi online sambil bekerja siang ini, “Seberapa jauh kita boleh menolerir kesalahan penerjemahan?”

Dengan tegas, beliau menjawab, “Kalau salahnya fatal, tidak bisa ditolerir, dong. Nanti pembaca mendapat informasi yang keliru.”

Editor lain yang saya mintai pendapat membagi kesalahan menjadi dua kategori:

1. Kurang luwes

2. Benar-benar ‘salah’

Kurang luwes adalah fenomena lazim, yang akan luntur seiring pengalaman. Tetapi yang benar-benar salah, terlepas dari kadang penerjemah lelah, jemu, atau mengantuk, perlu disoroti benar. Apalagi jika yang keliru ditafsirkan itu relatif sederhana, dan jumlahnya sangat banyak. Katakanlah, hampir semua alinea mengandung coretan merah (ala Track Changes).

Berikut ini beberapa contoh:

1. Instead, I would return from school

Menurut konteks kalimat sebelumnya, si aku biasanya tidak langsung pulang dari sekolah alias main dulu.

Terjemahan

Malahan, saat sepulang dari sekolah

Ini sudah jauh berbelok, tidak membahas kekontrasan kebiasaan pulang langsung dan tidak main dulu tadi.

Yang benar

Sebaliknya, aku langsung pulang sekolah

2. sit in the doorway of the kitchen

Tanpa menilik konteks sekalipun, sudah jelas terlihat bahwa maknanya adalah “duduk di ambang pintu dapur.” Sungguh keliru jika diterjemahkan

Aku bisa duduk di pintu dapur

3. come back from wherever they had been.

Diterjemahkan:

kembali dari tempat kerja di mana pun.

Sebelumnya, sesudahnya, tidak menyebut-nyebut tempat kerja. Jadi cukup diterjemahkan sbb:

kembali entah dari mana.

4. I asked, settling back on to the kitchen step.

Diterjemahkan:

tanyaku, kembali pada topik dapur hari itu.

Yang benar:

tanyaku, kembali duduk di tangga dapur.

Editor

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

7 Responses for this article

  1. zai
    on
    March 17th, 2011

    omong-omong contoh yang salah dapet dari mana, Teh
    ngarang sendiri kah =___=

    • zai
      on
      March 17th, 2011

      eh iya, ternyata udah bisa di-like +__+

    • Rini Nurul
      on
      March 17th, 2011

      Ada, deeeh:D

  2. on
    March 18th, 2011

    jangan2 terjemahanku yaaa? *parno* ;D

    • Rini Nurul
      on
      March 18th, 2011

      Kalau Momo masih dapat tawaran terjemahan, berarti hasil kerjanya baik-baik saja:)

  3. Aline
    on
    March 27th, 2013

    Duh, inilah yg plg bikin aku jantungan.. Plg ngeri kalo salah nerjemahin, paling ngga malu ama editor-nya duluan hehehe

    • Rini Nurul
      on
      March 27th, 2013

      Kayaknya semua pernah mengalami, Mbak Aline. Ada kasus-kasus yang lebih “parah” daripada “sekadar” salah menerjemahkan. Menurutku, kalau ke depannya kita bisa memperbaiki, editor tetap akan memercayai kita:)