Tentang Perhitungan Berdasarkan Karakter

March 20, 2011
2 mins

Sistem honor terjemahan dan penyuntingan berdasarkan jumlah karakter (tanpa spasi) relatif lebih memudahkan bagi saya dibandingkan jumlah halaman. Ini mencakup perhitungan tanda baca juga. Kedengarannya mungkin aneh, tapi jika dalam terjemahan/suntingan melupakan tanda koma dalam satu halaman penuh, misalnya, Anda bisa bayangkan sendiri betapa memusingkannya saat membaca nanti.

Dalam terjemahan, otomatis yang dihitung adalah teks hasil. Rata-rata terjemahan membengkak 1,5 kali dari naskah sumbernya. Ini tidak selalu berlaku bagi saya yang termasuk penggila kalimat efektif. Kebanyakan hasil final suntingan pun, jika mengikuti rambu pandangan subjektif saya, bisa kurus kering (setelah semula menjadi terjemahan gondrong yang perlu dibabat sana-sini).

Sedangkan perhitungan honor suntingan umumnya didasarkan pada naskah sumber (ini pun berlainan, tergantung aturan main penerbit dan negosiasi). Hendaknya dicermati dulu teks sumber tersebut untuk memperkirakan teks sasaran kelak. Ada kalanya naskah yang disunting terlalu ‘ramping’ (utamanya pada karya lokal), sehingga membutuhkan penulisan ulang atau tambahan di beberapa bagian. Oleh sebab itu, ada penerbit yang menerapkan honor menurut jumlah karakter paling banyak. Setelah proyek diselesaikan, kita menyerahkan pula informasi kalkulasi jumlah karakter sebelum dan sesudah disunting, yang kemudian akan dicocokkan oleh pihak penerbit. Cara ini berlaku di semua perusahaan penerbitan, termasuk pada proyek penerjemahan. Seorang editor in house menceritakan bahwa ia pernah mendapati penerjemah yang gemar menambah kata yang tidak perlu sehingga teks sasarannya menggelembung. Ini bukan isapan jempol, sebab saya pun pernah menyunting terjemahan yang demikian.

Bagi saya pribadi, perhitungan karakter menyamankan terutama kala mengerjakan terjemahan dengan teks sumber softcopy berformat PDF atau notepad (yang terakhir ini jika bukunya klasik). Ketika disalin ke Word, tampilannya acak-acakan, kadang lompat cukup jauh (seperti menekan Enter berkali-kali) atau rata kiri dan harus dirapikan secara manual. Membenahinya memakan waktu, jadi lebih baik langsung Ctrl + A dan klik Word Count saja:)

Editor

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.