Temu Kangen

December 06, 2010
1 sec

“Ah, Ferdian, lama tak berjumpa,” wanita bertubuh gempal dengan rias wajah tebal itu menepuk pundakku. “Kamu nggak kangen Tante?”

Oh, tentu saja aku kangen. Kangen mencongkel matamu.

Aku tersenyum tipis, kala seorang pria menghampiri. “Akhirnya kamu mau datang, Fer. Sering-seringlah datang ke acara keluarga seperti ini.”

Nanti malam, akan kuletakkan bangkai kelinci yang sudah kupenggal di halaman rumahnya.

Basa-basi, tegur sapa, parfum menyengat berbaur dengan tawa melengking dan dentingan gelas. Sekarang aku bisa hadir di sini sambil mengangkat kepala. Kudengar ayah-ibuku mengeraskan suara. “Tidak sia-sia kami membesarkan Ferdian. Dia sudah tidak menganggur, dia anak yang membanggakan, kok.”

Kutandaskan minuman. Seorang perempuan muda duduk paling ujung, kalung berliannya berkilauan tertimpa sinar lampu.

Ia memberiku isyarat. Aku harus menghabisi suaminya sepulang dari tempat ini.

Editor

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.
PREVIOUS ARTICLE
7 Tahun Blogfam

2 Responses for this article

  1. on
    December 9th, 2010

    wow… bikin merinding.

    • Rini Nurul Badariah
      on
      December 14th, 2010

      Terima kasih:)