Seorang Penerjemah Pernah Bertanya..

January 10, 2011
53 secs

“Apa sih enaknya menerjemahkan buku dibandingkan menulis?” Pertanyaan yang cukup sukar, dan tanpa ba-bi-bu saya menerangkan sedikit, kemudian berkata, “Tapi ruginya, penerjemah namanya nggak tercantum di depan kayak penulis.”

Kawan ini menimpali, “Oh, tapi aku nggak cari popularitas, kok.” Weh, sayau salah ngomong.

Anak muda yang berbakat dan berkomitmen ini menyatakan bahwa ia masih berat hati mengorbankan waktu menulis untuk menerjemahkan. Salut.
Memang, satu hal yang saya ambil dari intens menerjemahkan terutama dua tahun terakhir ini adalah..menyadari bahwa saya  bukan Dokter Octopus, tangan saya hanya dua, otak satu dan badan satu. Harus dijaga agar tidak diperbudak pekerjaan dan kesempatan beristirahat dirampok tanpa sadar, oleh diri sendiri.

Editor

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.