Sebelum Bulan Kedua Belas Ini Berakhir..

January 02, 2011
4 mins

Saya ragu kaleidoskop ini merekam perjalanan 2010 secara detail, mengingat memori saya yang merapuh dan kebiasaan baru untuk menyortir hal-hal yang patut diinapkan dalam kepala. Namun mengingat Januari (sebenarnya mulai sekarang) akan sangat padat, sementara jaringan internet sedari awal bulan ini sudah batuk pilek, saya mencoba mengenang tapak-tapak yang telah dicetak tahun ini.

Alhamdulillah, buku 101 Cerita Bijak Korea yang dibidani bersama Gradien terbit tahun ini. Tanpa bermaksud mengecilkan karya lain, buku yang digarap sangat lama tersebut adalah kiprah berarti setelah dua tahun vakum menerbitkan karya solo. Puji syukur kepada Allah, seorang teman mengabari bahwa stoknya habis di Gramedia Grand Indonesia yang tengah menggelar ajang diskon 30% sampai tanggal 26 mendatang.

Buku lain yang tak kalah panjang umurnya sedari masa inkubasi ide dan sangat disyukuri kelahirannya ialah Kibezo Presiden Idola, duet dengan komikus Ahmad Zeni. Seiring dengan itu, minat saya membaca komik dan novel grafis kembali menggeliat.

Masih seputar buku dan berkarya, tahun ini saya amat bersyukur karena memperoleh kesempatan menerjemahkan buku Prancis, walaupun belum semuanya terbit. Di lain pihak, sungguh menggembirakan karena mayoritas buku terjemahan terbit dalam tempo relatif singkat. Bidang ini kian mengasyikkan untuk digeluti sebab saya juga mendapat kepercayaan sebagai penyunting buku terjemahan. Ada yang bertopik IT (cinta pertama saya) dan novel. Sangat membahagiakan sebab saya bekerja sama dengan sebuah penerbit terkemuka di negeri ini, sehingga secara tak langsung dapat belajar dari kerapian sistemnya, menikmati keleluasaan tenggat supaya dapat bekerja maksimal, dan mengecap pengalaman mengoreksi hasil penerjemahan para senior.

Bukan berarti saya meninggalkan penyuntingan karya asli, walau masih mayoritas non fiksi di tahun ini. Akan tetapi saya lebih selektif menimbang, karena tidak lagi memiliki waktu luang untuk melakukan pemeriksaan mendasar. Insya Allah, salah dua di antaranya akan terbit bulan depan bila tiada aral melintang. Saya gembira karena karya suntingan Mas Agus telah terbit lebih dahulu.

Resolusi tahun lalu ialah membaca buku lebih banyak, dan alhamdulillah itu telah tercapai. Menurut statistik Goodreads, sampai hari ini saya sudah membaca 274 judul sedangkan tahun 2009 sebanyak 257. Beragam buku menarik lagi menambah pengetahuan, melengkapi sukacita saya karena menemukan karya-karya penulis Indonesia yang menjanjikan meski belum bisa disebut banyak.

Dalam hal personal, momen paling mengesankan tahun ini ialah perjalanan menjelajah 32 daerah tingkat II di Jawa Barat-Jawa Tengah bulan November kemarin. Peristiwa yang membuat saya dan Mas Agus mensyukuri kesehatan, kesempatan, dan kebersamaan kami (baca: bulan madu). Berkah lain yang tidak patut dilupakan adalah teman kerja baru saya, Cerah Duo, hasil menerjemahkan sebuah novel thriller. Tahun ini kami berjumpa dengan banyak orang menyenangkan pula, serta selamat dari ‘ancaman’ badai es yang biasanya melanda Flying Uncle Mountain dua tahun sekali.

Saya mengambil keputusan ‘besar’ meninggalkan Multiply yang sempat menjadi ‘rumah’ selama 5 tahun terakhir. Sampai hari ini pertanyaan terkait langkah tersebut masih ada, namun saya sudah bulat atas tindakan yang direnungkan sedari awal tahun itu dan semakin dekat menggapai hal yang dicita-citakan sekarang. Tentu, saya tidak kurang berterima kasih kepada Multiply Indonesia yang, terakhir kali, melibatkan saya dalam penjurian Lomba Flash Fiction bekerja sama dengan Blogfam. Justru saya merasa ditunjuki ‘jalan pulang’, antara lain diawali menjadi salah satu juri Lomba Celoteh Anak dalam rangka Ulang Tahun Blogfam ke-7 belum lama ini.

Apa harapan saya tahun 2011, yang tinggal 8 hari lagi? Sederhana saja, yakni menuntaskan jadwal yang telah tersusun sebaik mungkin (idealnya sih, tepat waktu).

Editor

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.