Sangkuriang Gandrung

December 14, 2010
38 secs

“Sudah kukatakan, aku ini ibumu!”
Sangkuriang tersenyum-senyum saja.
“Kau tidak percaya juga?” Dayang Sumbi melotot.
“Wajah dan suaramu memang sangat mirip,” Sangkuriang mengakui.
“Lihat ini..lihat!” Dayang Sumbi menunjukkan bekas luka di pelipis Sangkuriang. “Aku sendiri yang memukulmu dengan centong nasi waktu itu.”
Sangkuriang terdiam sejenak.
“Pokoknya kita tidak boleh menjadi suami-istri.”
“Salahmu sendiri, kenapa selama ini tidak mencari suami? Memangnya tidak ada laki-laki lain yang tertarik padamu?”
Dayang Sumbi menghantamkan centong nasinya ke pelipis Sangkuriang.

Editor

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.