Riset, Riset, Riset

February 20, 2011
27 secs

Seorang senior menyampaikan bahwa penerjemah yang malas riset akan cepat ‘habis’ kariernya. Saya sependapat, mengingat bukan hanya peristilahan seputar idiom dan kebahasaan saja yang perlu ditelusuri serta acap tak ditemukan dalam kamus, tetapi juga hal-hal terkait budaya yang dipaparkan dalam buku asli serta kosakata khas bidang tertentu yang barangkali tidak pernah terpikir untuk kita ceburi sebelumnya.

Untuk kepentingan novel prosa liris yang tengah saya kerjakan sekarang ini, berikut buku-buku yang saya baca:

1. Biro Jodoh Khusus Kaum Elite (Farahad Zama). Mengingat adanya persamaan istilah kuliner.

2. Novel grafis Buddha (Osamu Tezuka).

3. Wolf Totem (Jiang Rong).

4. Six Suspects (Vikas Swarup).

5. White Mughals (William Dalrymple).

6. Ramayana-Mahabharata (R.K. Narayan).

7. Huckleberry Finn (Mark Twain).

8. White Lama (Alejandro Jodorowsky)

9. Asyiknya Menulis Puisi (Wes Magee) berhubung puisi dalam teks ini bukan main banyaknya.

10. 1001 Pearls of Wisdom: Wisdom, Wit and Insight to Enlighten and Inspire (David Ross)

Saya juga menonton sejumlah film:

1. Becoming Jane

2. Rann (belum selesai)

3. Aisha

4. Guzaarish

5. Sebuah film lain yang juga belum selesai, berasal dari novel karangan penulis yang sama.

Silakan tebak sendiri, tema novel yang sedang saya terjemahkan:)

Editor

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

2 Responses for this article

  1. ulinnuha
    on
    February 24th, 2011

    Lagi nerjemahin novel India klasik yang banyak puisinya ya, Mbak? 😮

    • Rini Nurul
      on
      February 24th, 2011

      Iya Lin, banyak puisi dan sejarah pula. Alhamdulillah udah selesai:)