Permulaan, 11 Tahun Silam

February 18, 2011
2 mins

Tulisan ini dicuplik dan dimodifikasi dari buku Rahasia Sukses Bekerja Tanpa Kantor (2005).

Seorang teman, yang mengetahui keinginan saya bekerja di rumah, memberitahukan iklan mencari penerjemah lepas di internet. Pemasang iklan itu berdomisili di Jakarta. Namun ia bersedia mempertimbangkan saya dengan syarat  memberikan contoh hasil penerjemahan.

Berhubung proyek ini menyangkut teks buku psikologi pendidikan, sayamengambil sumber dari halaman web sebuah sekolah internasional di Jakarta dan menerjemahkannya. Calon klien merasa puas. Minggu berikutnya, ia mengirimkan salinan teks melalui pos kilat khusus. Dari hasil karya pertama itu, saya dapat membiayai penyusunan skripsi.

Order tak terduga datang dari seorang kolega di perusahaan periklanan. Beberapa bulan sebelumnya saya pernah melamar sebagai copywriter lepas, tetapi perusahaan tersebut mensyaratkan kehadiran di Jakarta. Kolega itu menghubungi saya kembali melalui telepon untuk menerjemahkan naskah bahasa Prancis yang sangat menarik, yaitu mengenai teknologi multimedia.

Pengalaman yang cukup berkesan adalah saat menerjemahkan proposal pendanaan sebuah LSM untuk diajukan ke organisasi internasional ke dalam bahasa Inggris. Setelah hampir satu tahun diproses, organisasi bersangkutan menyetujui proposal itu.

Beberapa tes melalui email pernah saya tempuh sebagai prosedur bergabung di biro penerjemahan lokal maupun mancanegara. Sebuah biro di Bangkok memberikan soal berupa teks mengenai aplikasi komputer. Sempat juga saya mencoba seleksi penerjemah film secara online namun persaingannya benar-benar ketat.

Pembayaran order terjemahan ini dilakukan dengan transfer bank.  Ada klien yang biasa menggunakan internet banking sebuah bank swasta sehingga saya meminjam rekening kakak sampai kemudian membuka rekening sendiri.

Untuk mempermudah komunikasi, saya memberikan nomor telepon genggam yang dapat dikirimi SMS melalui email. Lucunya, klien mengira telepon genggam yang saya gunakan sudah canggih dan dapat menerima attachment, padahal saya telah menjelaskan keterbatasan layanannya.

Editor

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

7 Responses for this article

  1. Ririen (Saptorini)
    on
    February 24th, 2011

    Assalamualaikum Mbak rini. Mau tanya nih, ada nggak sih penyunting freelance atau proofreader freelance dari lain kota, gitu. Selama ini saya hanya berkutat di satu kota saja soalnya. Trimakasih.

    • Rini Nurul
      on
      February 24th, 2011

      Waalaikumsalam wr.wb.
      Tentu saja ada, Mbak Ririen. Saya lebih sering menerima pekerjaan menyunting dari luar kota dibandingkan di kota yang saya diami.

      • on
        February 27th, 2011

        biasanya mbak rini melamar atau ditawari, sih? soalnya kalau saya hanya karena sudah saling kenal, trus ditawari. maaf, banyak tanya.

        • Rini Nurul
          on
          February 27th, 2011

          Ditawari, Mbak. Atau direkomendasikan relasi penerbit.

  2. on
    February 27th, 2011

    makasih dah mau jawab. orang baik disayang Allah dan teman … 😉

  3. Linda B
    on
    April 16th, 2011

    Hai mba Rini, salam kenal. Saya salah satu anggota Bahtera juga, sudah menerjemahkan sejak tahun 2005 tetapi baru belakangan agak aktif. Pengen tanya apa mba Rini skrg masih freelancer? Khusus buku atau terima dokumen2 juga? Saya sebenernya ingin kerja jd penerjemah freelancer buku, tapi karena saya tahu pendapatan suka gak menentu, untuk sementara saya tunda dulu keinginannya.

    Boleh saya add di goodreads juga? Saya friends dengan mba Femmy Syahrani dan Titis Wardhana.

    salam

    Linda

    • Rini Nurul
      on
      April 16th, 2011

      Salam kenal, Mbak Linda.
      Ya, saya masih freelancer dan fokus pada buku. Silakan add saya di Goodreads. Terima kasih:)