Pegawai Negeri di Mata Komikus Prancis

January 09, 2011
3 mins

Judul: Humor Pegawai Negeri: Tidur, tidur, tidur
Komikus: Bloz & M’Duc
Tebal: 44 halaman full colour
Penerjemah: Sri Yuliani
Penerbit: M&C!
Harga: Rp 25.000,00

Familierkah apa yang ada di tampilan kulit muka komik ini bagi Anda? Seorang lelaki tengah menandai hari libur di kalender, sedangkan yang lain asyik tidur dan mengabaikan berkas bertumpuk serta deringan telepon di meja kerja. Seorang pegawai wanita berkutat dengan kuku tangannya.

Ketika halaman pertama dibalik, yang muncul adalah seorang reporter bertanya kepada Juste, “Apakah tidak merasa terlalu lama kalau tidak mengerjakan apa-apa sepanjang tahun?”

Komik yang diwarnai dengan rapi oleh David Lunven ini menghadirkan potret pegawai negeri di Prancis melalui karakter Juste, Rombillard, Furin, Latex, dan Riboulet. Mereka menikmati pekerjaan dengan leluasa, sekaligus bebas memilah cuti dan libur di tengah minggu sekalipun, atau membuat geram masyarakat yang sudah antre sedari pagi untuk dilayani dengan alasan mogok kerja.

Sindiran demi sindiran meluncur untuk mempertanyakan profesionalisme dan kinerja pegawai negeri. Ketika rekannya tengah memfotokopi dan kehabisan kertas, Juste malah bermain-main dan membuat perahu serta prakarya lainnya dengan kertas inventaris kantor. Ia memutar otak guna melaksanakan tugas, menghabiskan sisa anggaran yang ternyata masih berlebih sehingga cukup untuk membangun kolam renang yang diistilahkannya ‘tempat cuci tangan’. Ironisnya, Juste dalam bahasa Prancis berarti ‘adil’.

Di halaman 6, dalam sebuah pesta yang dihadiri tamu-tamu kelas atas bersetelan jas, Juste tidak mau kalah memamerkan mobilnya. “Dan ini punyaku: mobil kecepatan dua kuda, panggilannya Kodok. Aku kerja sampai jam 17.00 dan jam 16.00 aku sudah sampai di rumah.”

Keterlambatan adalah rutinitas. Kendati sudah memiliki kendaraan yang sangat memadai, Juste tidak segan menggantinya dengan sepeda khusus untuk ke kantor. Ia begitu senang karena bisa bersantai-santai di tempat kerja sehingga selalu menanti masa liburan berakhir. Musababnya, kala liburan ia justru banting tulang membereskan kebun dan membenahi rumah.

Kisah Formulir yang Sederhana mengingatkan kita pada berbelitnya birokrasi di kantor pemerintahan. Nona Latex bolak-balik menyuruh seorang anggota masyarakat untuk mengganti formulir, melengkapi aneka persyaratan, sehingga apa yang dibutuhkan pria tersebut belum terpenuhi sampai tahun berikutnya (hal.12). Saking terbiasanya santai, Juste tidak mampu membaca kata KERJA yang terpampang dalam ukuran sangat besar di papan uji penglihatan klinik dokter mata (hal.38).

Duet Bloz dan M’Duc mengemukakan apa yang mereka saksikan sekaligus membuat pembaca tersenyum, terbahak, atau masam-mesem. Kekurangan komik ini hanya satu: tidak ada nomor halaman. Dan pastikan Humor Pegawai Negeri disimpan dengan aman dari jangkauan anak-anak Anda, dikarenakan muatan dewasa di dalamnya.

Editor

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.