Never Let Me Go (2010)

July 16, 2011
2 mins

wikipedia.org

Ini film drama yang muram dan ‘sunyi’. Saya tidak begitu terkejut mengingat karya Kazuo Ishiguro, novelis yang karyanya diangkat ke layar perak tersebut, dahulu yaitu The Remains of the Day. Sepertinya sang pengarang menaruh minat terhadap Inggris pula, mengingat ia sudah menjadi warga negara di sana.

Never Let Me Go menampilkan ide besar berbau sains yang cukup mengejutkan. Menurut wikipedia, film ini tergolong drama dystopia dengan definisi sebagai berikut (dan baru saya pahami benar):

The utopia and its offshoot, the dystopia, are genres of literature that explore social and political structures. Utopian fiction is the creation of an ideal world, or utopia, as the setting for a novel. Dystopian fiction is the opposite: creation of a nightmare world, or dystopia. Many novels combine both, often as a metaphor for the different directions humanity can take in its choices, ending up with one of two possible futures. Both utopias and dystopias are commonly found in science fiction and other speculative fiction genres, and arguably are by definition a type of speculative fiction.

Kathy H, Ruth, dan Tommy adalah tiga remaja yang bersekolah di Hailsham sejak kecil. Mereka dikategorikan istimewa sebab ternyata Hailsham mengusung misi memperpanjang umur umat manusia lain. Semua murid akan mati muda dan menyumbangkan organ mereka secara bertahap.

Alur pelan dan cekaman cerita membuat saya sulit berpaling meski tetap merinding. Dramanya kian terasa karena tiga orang yang kemudian tumbuh dewasa ini terlibat cinta segitiga, berusaha mengelak dari takdir. Tapi bukan Kazuo Ishiguro bila tidak menyuguhkan kejutan di klimaks cerita.

Kalau ingin melihat Keira Knightley jadi semi antagonis, silakan tonton film ini.

Rating: 4/5

Editor

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.