Motherhood (2009)

July 16, 2011
2 mins

wikipedia.org

Saya menonton film ini pada saat yang benar-benar sesuai.

Sedang lelah, butuh hiburan, merasa pekerjaan tak ada habis-habisnya, saya comot DVD yang sudah lama belum diputar karena khawatir sekadar komedi dan biasanya ada jijik-jijik (teringat film komedi parenting seperti Big Daddy).

Seperti apa Uma Thurman yang biasanya memerankan lajang cantik dan ‘berdaya’ dalam film ini? Jempol. Ia menjadi Eliza, seorang ibu yang kerepotan, jumpalitan, berusaha menjalankan banyak tugas dan merasa suaminya tidak kooperatif. Eliza hanya bisa bengong melihat suaminya membeli buku-buku tua dan menjejalkan ke mobil mereka padahal apartemen sudah berantakan oleh buku *kok saya tertampar ya?*. Ia sendiri tidak sempat memperhatikan penampilan, harus naik-turun tangga beberapa lantai, menjaga bayi, menyiapkan pesta ulang tahun anak sulungnya yang ke-6, dan…menghadapi komentar-komentar tidak menyenangkan atas postingannya di blog.

Dulu Eliza suka menulis. Pernah menerbitkan beberapa karya. Tapi banyak hal yang harus dikerjakan sehingga impiannya dikesampingkan. Toh, Eliza tertarik pada sebuah lomba menulis berhadiah besar mengenai kehidupan seorang ibu. Maka ia benar-benar dikejar deadline.

Yang membuat film ini sangat menarik, latar waktunya hanya satu hari. Satu hari sudah cukup untuk memperlihatkan jungkir balik seorang ibu yang membutuhkan me time sampai mencuri waktu belanja baju bersama sahabatnya, Sheila (Minnie Driver), seorang single mother.

Polah ibu-ibu yang sedang stres memang beraneka. Sepanjang perjalanannya, Eliza bertemu banyak ibu lain. Ada yang berusaha menyalip antrean di supermarket karena kalau terlambat menjemput anak di sekolah, ia kena denda. Ada yang mengasuh anak di taman bermain sambil sesekali menjepretkan kamera HP ke arah selebritas yang melintas dan berniat menjualnya ke media cetak. Ada yang mengejar-ngejar anaknya bermain sepeda dalam toko sementara anak lain merengek minta dibelikan mainan.

Saya merasa tidak sendiri.

Ending yang manis membuat saya berusaha membenahi sikap, lebih semangat, dan sekali lagi walau terdengar klise: kunci keharmonisan dan pengertian dalam perkawinan adalah komunikasi.

You’re not the only one who makes sacrifices.”

Rating: 4/5

Editor

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

4 Responses for this article

  1. on
    July 16th, 2011

    Akan segera mencari DVD-nya! Hihi. TFS, Jeng…

    • admin rinurbad.com
      on
      July 16th, 2011

      Semoga dapat dan suka juga ya, Nad:D Sem-sem.

  2. on
    July 16th, 2011

    sempat berburu diskon, itulah kehebatan seorang ibu, haha

    • admin rinurbad.com
      on
      July 16th, 2011

      Iya Yu, adegan ibu hamil tarik-tarikan baju sale seru banget di sini:D