Menguak Dongeng Ketiga Belas

November 09, 2010
4 mins

Judul asli: The Thirteenth Tale

Penulis: Diane Setterfield

Penerjemah: Chandra

Ilustrator: emTe

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2008

Tebal: 608 halaman

ISBN: 9789792241297

sumber: Goodreads

Ingin tahu bagaimana menghadapi orang asing, yang bertahun-tahun hanya kau akrabi dalam bentuk poster dan nama di berbagai buku karyanya? Tanyakan kepada Margaret Lea. Dia akan menuturkan betapa ganjilnya menerima permintaan seorang wanita populer yang sepanjang hidupnya merahasiakan jati diri, sedangkan ia sendiri bukan penulis yang sangat berpengalaman. Margaret ‘hanya’ berkecimpung dalam buku, ketermenungan menyahabatinya, dan kedekatan dengan ayahnya di toko tempat buku-buku itu bertahta.
Ingin tahu bagaimana menghadapi orang asing, yang bertahun-tahun hanya kau akrabi dalam bentuk poster dan nama di berbagai buku karyanya? Tanyakan kepada Margaret Lea. Dia akan menuturkan betapa ganjilnya menerima permintaan seorang wanita populer yang sepanjang hidupnya merahasiakan jati diri, sedangkan ia sendiri bukan penulis yang sangat berpengalaman. Margaret ‘hanya’ berkecimpung dalam buku, ketermenungan menyahabatinya, dan kedekatan dengan ayahnya di toko tempat buku-buku itu bertahta.

Bila ingin mengenal sosok eksentrik yang tidak menyukai pertanyaan, menghendaki semua berpola sebagaimana mestinya, maka tengoklah Vida Winter. Penulis kampiun kenamaan yang jarang menampakkan diri, menunjukkan kesan tak manusiawi, kaku, namun berjuang dalam sakit yang kerap disebutnya ‘serigala’. Hidupnya ditopang kursi roda, tetapi Vida bertemankan Judith. Pengurus rumah tangga yang senantiasa menerjemahkan secara halus perintah-perintahnya kepada Margaret.

Andai kau berminat menelisik keintiman anak kembar, dekati Adeline dan Emmeline. Dua gadis yang tak diinginkan kehadirannya oleh ibu mereka sendiri, tak pernah mengenalnya selain satu nama ‘Isabelle’, dan begitu saja lenyap di rumah sakit jiwa. Adeline dan Emmeline adalah satu, kendati mereka kerap menimbulkan ketidaknyamanan di hati banyak orang di sekitar Angelfield.

Ingin belajar tentang bungkam yang kukuh? Berpalinglah pada John-the-Dig, tukang kebun yang tak menghendaki orang asing di kediaman Angelfield. Dia merupakan mitra sejati Missus, pengurus rumah tangga satu-satunya yang bertahan dalam keterpurukan dan usia lanjut. Mereka menyaksikan banyak kepedihan, darah, airmata, kesepian, dan luka panjang di hati kakek si kembar kala istrinya menutup mata, di benak Charlie yang senantiasa dipadati emosi tak normal pada adik kandungnya, sekaligus tanda tanya yang menegaskan bahwa rumah itu berhantu. Berhantu dan tak layak dihuni orang luar.

Kisah Vida Winter adalah teka-teki. Sekuat tenaga Margaret harus mengunci mulut dan mematuhi aturan main. Kau tahu mengapa? Sebab ia memendam dukanya sendiri, guratan nestapa begitu mengetahui bahwa dirinya adalah ‘separuh’ dan kehilangan saudara kembar sejak lama. Duduklah dengan sabar di hadapannya, maka Margaret akan bercerita betapa antara dia dan ibunya terbentang jarak membeku yang sukar dicairkan.

Dongeng Ketiga Belas bukan tentang putri raja yang hidup bahagia. Bukan tentang mimpi yang menjadi nyata. Mimpi buruk, kegelapan, kesuraman, berbalut rasa sakit di setiap sudutnya. Dengan alih bahasa yang apik, kau akan tersedot dalam pusaran ceritanya dan tak dapat berhenti sebelum memecahkan misteri yang menginap di hati serta kepau.

sumber: Goodreads

Bagaimana pendapatmu mengenai cover versi Prancisnya, Le Treizième Conte? Foto buku-bukunya sangat menggiurkan bagiku, namun warna merah di latarnya kurang menjelmakan aroma thriller cerita ini.

Editor

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.