Mengatasi Kejenuhan Menerjemahkan

May 25, 2011
2 mins

Pekerjaan paling menarik sekalipun memiliki sisi menjemukan akibat berbagai faktor. Berikut kiat sederhana yang saya terapkan untuk mengatasinya, sebab kalau bosan dan kurang semangat, akan berpengaruh pada hasil terjemahan dan pembaca bisa merasakannya.

  1. Berhenti menghitung jumlah halaman. Hindari untuk sementara bertanya pada diri sendiri, “Sudah berapa halaman, ya?” Biarkan mengalir dan nikmati cerita/isi bukunya.
  2. Bila jadwal atau tenggat yang tertera di whiteboard (seperti saya) membuat stres, hapus. Andalkan daya ingat saja. Jika sering menandai kalender untuk itu, jauhkan dari meja. Misalnya dihalangi dengan kamus atau benda lain yang cukup besar.
  3. Hindari bekerja di kamar. Bahkan diusahakan benda-benda yang ada kaitannya dengan pekerjaan dan bisa mengingatkan pada tenggat berada di sana. Kamar adalah tempat istirahat, sangat disarankan tidur tanpa membawa beban pikiran.
  4. Biasanya narasi membuat saya jemu dan berat hati ketika meneruskan kerja. Saat hendak jeda, untuk jam berikutnya atau keesokan hari, sebisa mungkin saya berhenti di halaman yang diawali dialog supaya lebih mudah melanjutkannya.
  5. Menggunakan font yang disukai agar tampilan lebih menarik untuk diri sendiri. Inilah keuntungan terjemahan yang dihitung dengan sistem karakter, bukan halaman. Saya bukan penyuka Times New Roman, maka saya ganti Verdana atau Trebuchet.
  6. Kadang-kadang, saya ubah ukuran untuk ketenangan psikologis. Misalnya font 9, tapi di-zoom 200%. Jumlah halaman otomatis berkurang, walaupun sebenarnya sama saja karena tiap halaman berisi baris yang lebih banyak karena spasinya tidak berubah.
  7. Jika yang di atasΒ  ini tidak efektif, saya mengganti jadi spasi ganda. Font ukuran normal, tapi halaman-halaman yang ‘pendek’ karena tidak mengandung banyak baris menciptakan relaksasi tersendiri. Rasanya cepat selesai.
  8. Pecah terjemahan menjadi per bab. Ini efektif untuk menghindari otak menghitung-hitung berapa halaman seperti poin nomor satu.
  9. Bayangkan bukunya sudah terbit dan reaksi pembaca yang menunggu-nunggu, walaupun belum pasti buku tersebut dilansir dalam waktu dekat.
  10. Perlakukan seperti buku karya sendiri, ibarat anak kandung.
  11. Semangati diri dengan kabar (atau bincang-bincang) penerjemah lain yang sudah menyelesaikan pekerjaan atau karya terbarunya sudah terbit.
  12. Yang paling dekat: bayangkan senyum lega editor. Klien puas, order berikutnya dijamin deras.
Editor

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

23 Responses for this article

  1. Dina Begum
    on
    May 25th, 2011

    Jeng… teks-nya diganti putih dong. Dasarnya kan abu tua, kalo teksnya abu muda sulit bacanya hehehe…

    • Dina Begum
      on
      May 25th, 2011

      eh kalo teksnya item sulit bacanya

      • admin rinurbad.com
        on
        May 25th, 2011

        Sementara di-bold begini dulu ya, Mbak, sudah kebaca kan?
        Aku belum mudeng otak-atik themes, nanti konsultasi sama desainernya dulu. Makasih:)

  2. on
    May 25th, 2011

    Wah, semua sarannya sangat menarik dan bermanfaat. Sebagian diantaranya bisa langsung diterapkan. Makasih, Mbak Rini πŸ™‚

    • admin rinurbad.com
      on
      May 25th, 2011

      Terima kasih kembali, Mbak Desak:)

  3. zai
    on
    May 25th, 2011

    No. 1 – bisa
    No. 2 – memang ga pernah ditandai
    No. 3 – Ini susah, hehehehe
    No. 4 – kalo ga nerjemahin narasi ntar malah ga tau ceritanya πŸ™
    No. 5 – udaah
    No. 6 – tetep 100% karena fontnya udah digedein :))
    No. 7 – nggak pernah
    No. 8 – nggak pernah juga malah ngeri liat filenya banyak :))
    No. 9 – baru satu yang terbit, jadi masih susah ngebayanginnya πŸ˜€
    No. 10 – errr ga ngerti gimana caranya *plak*
    No. 11 – pengen tapi suka takut ganggu, kan penerjemah lain juga pada sibuk
    No. 12 – susah ngebayanginnya, yang ada bayangin editor pegang pulpen merah

    *komen apa sih ini* =))

    • admin rinurbad.com
      on
      May 25th, 2011

      Zai, no. 4 itu kan bukan berarti narasinya tidak diterjemahkan, tapi diusahakan waktu berhenti, pas dialog. Itu sih gayaku, nggak wajib setuju kok:)

  4. zai
    on
    May 25th, 2011

    eh iya, salah baca *blush*
    kirain tadi ditunda dulu aja nerjemahin narasinya =))

    • admin rinurbad.com
      on
      May 26th, 2011

      Hehe, mungkin kalimatku juga yang kurang jelas:)

  5. on
    May 26th, 2011

    Zai:
    No 11: penerjemah lain pada sibuk fb-an sama YM-an :p
    No 12: saya ga pernah pegang pulpen merah, biasanya sih milih ijo atau biru πŸ™‚ Kalau lewat digital baru merah wkwkwk

    • admin rinurbad.com
      on
      May 26th, 2011

      Jam YM-nya Zaizai tidak lazim, Mbak, hahaha…
      Hayoo, Zai, selesaikan puisinya, Mbak Esti ini khatam sastra lho *nakut-nakutin*

  6. Meggy
    on
    May 28th, 2011

    Makasih tips-nya, mbak πŸ™‚ Aku sekarang juga lagi di tengah-tengah fase jenuh, nih.. (mudah2an editor-nya gak baca komen ini hehe..) Kebetulan sebelum nemu posting mbak ini, sebagian sudah aku terapkan juga scr insting, tapi ini membantu sekali.

    • admin rinurbad.com
      on
      May 29th, 2011

      Terima kasih kembali, Mbak Meggy (benar Mbak, kan? Semoga tidak keliru panggil:)).

  7. on
    May 29th, 2011

    13. Merancang hadiah untuk diri sendiri setelah satu proyek selesai. “Setelah proyek ini selesai aku mau pergi ke JCo dan duduk di sana sambil menikmati satu gelas Choco Forest”, misalnya.
    14. Main game.
    15. Nonton film atau baca buku yang nuansanya dekat dengan proyek yang sedang dikerjakan. Berguna untuk membangun suasana juga.
    16. Curhat ma orang πŸ˜›

    Tips nomor 4 bisa dicoba, nih. Aku juga suka bete ketemu narasi. Xixixi.

    • admin rinurbad.com
      on
      May 29th, 2011

      No. 13 setuju, tapi reward-ku adalah tidur, kalau makan ‘aneh-aneh’ selama kerjaan belum kelar takut mendadak maag kumat:D

      No. 14 aku nggak suka game, kecuali Shinchan yang disuntik bokongnya itu buat pelampiasan stres:))

      Ada tambahan lagi sebenarnya, dengar lagu-lagu rock kesayanganku, hihihi

  8. on
    May 30th, 2011

    point nomer 5 sama ama aku
    yang lain gak. πŸ˜€

    biasanya kalo jenuh, aku baca buku. atau ga ber[s]gosip[/s]bincang ama zaizai =))

    • admin rinurbad.com
      on
      May 30th, 2011

      Hehehe…kalau sudah suntuk banget aku baca buku juga, tapi yang lucu dan ringan, sebisa mungkin membuat otak santai:)

  9. dimas
    on
    June 2nd, 2011

    saya jenuh…
    yang kemarin blm dibayar;
    yang ini sudah dideadline

    • admin rinurbad.com
      on
      June 2nd, 2011

      Semoga segera beres urusan pembayarannya, ya.

  10. on
    April 30th, 2013

    Hiks, no 3 yg plg susah bagiku, karena tempat yg plg nyaman dan tenang buat nerjemahin ya di kamar sndri Mbak, tapi ya itu, kalo udah pegel dikit aja bawaannya mo baring tiap liat kasur wakakakak…

    Kalo yg no 8 udah kuterapkan sejak awal, malah lbh suka gaya spt ini jd ga bingung dan mudah mengeditnya *IMO loh πŸ˜€

    • Rini Nurul
      on
      April 30th, 2013

      Gak apa-apa, Mbak. Kan lain kebun lain tanamannya:)

  11. Aria Enggar Pamungkas
    on
    May 24th, 2016

    Mbak Rini,

    Di poin nomor 5, 6, dan 7, kalau pakai CAT tools ngaruh gak? hehehe..
    terima kasih..

    • Rini Nurul
      on
      May 25th, 2016

      Wah, saya nggak tahu. Saya nggak pakai CAT tools:)