Sedikit kilasan, cerpen Sepele Tapi Bencana karya Mbak Ary Nilandari ini mengisahkan kutukan seorang penyihir jahat yang kalah bertempur. Penduduk sebuah negeri akan berubah menjadi batu jika menggunakan huruf vokal. Unik banget, kan?

Komunikasi penduduk, baik lisan maupun tertulis, disampaikan dengan
huruf serba konsonan. Saya ‘lolos’ saat menemukan kalimat “B, Nyl prg
ke rmh tmn. Plng sr.” Bisa kau tebak artinya? Hwaduuuh..seakan
ditujukan kepada saya yang membaca pertama kali. Saya terjemahkan, “M,
Nyl g t frnd. B hm t nn.”

Jantung makin heboh kala karakter utama dalam cerita ini bertualang
mendapatkan huruf vokal yang ‘dilarang’ untuk mengembalikan situasi
negerinya seperti semula. Misalnya, saat ia baru mendapatkan huruf A.
Hanya huruf itu yang diizinkan sebagai vokal dalam percakapan. Wuah, betapa penulis cermat sekali menjaga logika cerita. Kalimat “A sdah kdapatkan. Skarang k lat!” saya terjemahkan “I gt A. T th sa nw!”

Secara umum, cerpen Sepele Tapi Bencana terasa mencolek [bahkan
mencubit], sebuah peringatan implisit dari sang penulis agar tidak
semena-mena menyingkat pesan karena salah pengertian sangat mungkin terjadi.

Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.