Berikut beberapa poin dari buku klasik yang terjemahannya saya benahi.

A: “I want you should take her to my sisters’ in London,” she said.

T: “Saya ingin Anda membawa anak ini ke saudara saya di London,” ujarnya.

E: “Tolong antarkan anak ini ke tempat saudara saya di London,” ujarnya.

C: Tanpa kata ‘tolong’, kalimat ini berkesan memerintah dan kurang cocok dengan kultur Indonesia (serta sifat klasik buku ini), mengingat kedua orang tersebut belum pernah berkenalan.

A: “Good-by, mother, don’t worry; you know it isn’t as if I hadn’t traveled before.”

T: “Selamat tinggal, ibu, jangan khawatir, kau kan tahu ini bukan perjalananku yang pertama.”

E: “Selamat tinggal, Ibu, jangan khawatir, Ibu tahu kan aku sudah pernah melakukan perjalanan.”

A: The woman gave a short sardonic laugh and said in an explanatory way to Mr. Johns

T: Wanita itu tertawa sumbang dan katanya, seolah memberi penjelasan kepada Mr. Johns

E: Wanita itu tertawa sumbang dan mencoba memberi penjelasan kepada Mr. Johns

A: “It WAS TRAVELING, mother,” said the child eagerly and willfully.

T: “Itu ADALAH SUATU PERJALANAN, Ibu,” sergah si anak berapi-api.

E: “Itu TERMASUK PERJALANAN, Ibu,” sergah si anak berapi-api.

A: “It was leaving the farm, and putting up lunch in a basket, and a little riding and a little steam cars, and we carried our nightgowns.”

T: “Kami tetap meninggalkan tanah pertanian, membawa bekal makan siang, dan berkuda, dan naik kereta api, dan membawa baju tidur.”

E: “Tempat itu di luar  pertanian, kami membawa bekal makan siang, dan berkuda, dan naik kereta api, dan membawa baju tidur.”

A: “Lucy’ll have her hands full, I guess,” she said to herself; “but I shouldn’t wonder if it would be the making of Diane.”

T: “Kurasa Lucy akan kewalahan,” katanya pada diri sendiri, “namun kutak heran bila itu untuk mendidik Diane.”

E: “Kurasa Lucy akan kewalahan,” katanya pada diri sendiri, “namun aku tidak risau bila itu untuk mendidik Diane.”

A: At first he thought it was a cricket, a tree toad, or a bird

T: Tadinya dikiranya suara jangkrik, katak pohon, atau seekor burung.

E: Semula ia mengira itu suara jangkrik, katak pohon, atau seekor burung.

A: that I rattle round in it till I’m ‘most black and blue.

T: Sampai-sampai aku menggelinding ke sana-sini hingga aku hampir hitam dan biru.

E: Aku menggelinding ke sana-sini sampai hampir memar.

A: They had never been accounted for, Linda’s eyes.

T: Mereka tak pernah bisa dipercayai sebelumnya, mata milik Linda.

E: Banyak yang takluk dan terpengaruh oleh sorot mata Linda.

A: “How many are there of you?”

T: “Berapa banyak kalian bersaudara?”

E: “Kalian berapa bersaudara?”

A: Far too big, everybody says.

T: Terlalu besar, kata semua orang.

E: Terlalu besar, kata orang.

A: and insert more tobacco in his left cheek.

T: Dimasukkannya lebih banyak tembakau ke pipi kirinya.

E: Dimasukkannya lebih banyak tembakau ke mulut sebelah kiri.

A: Aunt Susan wanted Cynthia to come to New York instead of me, but mother couldn’t spare her; she takes hold of housework better than I do, Cynthia does.

T: Bibi Susan ingin Cynthia datang ke New York, bukan aku. Namun ibu tak bisa melepaskannya. Dia menangani pekerjaan rumah tangga lebih baik daripadaku. Cynthia begitu.

E: Bibi Susan ingin Cynthia yang ke New York, bukan aku. Namun Ibu tak bisa melepaskannya. Cynthia lebih terampil menangani pekerjaan rumah tangga daripadaku.

Keterangan

A: Asli

T: Terjemahan

E: Edit

C: Catatan

Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

2 Responses to “ Melenturkan Terjemahan Klasik ”

  1. gravatar retnadi
    March 5th, 2011

    waaah, makasih banyak mb rin. jadi belajar banyak dr artikel ini 🙂

    • gravatar Rini Nurul
      March 5th, 2011

      Sama-sama, No. Terima kasih sudah menjenguk dan membacanya ya:)