(Lomba FF) Perempuan yang Enggan Tersenyum

December 05, 2010
3 secs

Kalau saja matanya bercahaya, ia masih terlihat rupawan. Namun si perempuan bahkan tidak ingin melirik cermin. Baginya, setiap hari sama saja. Sehampa bunga yang telah kehabisan sari.

Perempuan itu duduk di depan televisi sambil menekan-nekan tombol remote. Ia berhenti saat layar menayangkan foto seorang lelaki. “Ahli bedah terkemuka, dokter Anton Sanjaya, ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya. Dugaan sementara, perampokan.”

Pintu berderit. Seorang pria mendekat. “Sayang, pagi sekali kau bangun.”

Setengah malas, perempuan itu menoleh. Matanya melebar mendapati kemeja pria tersebut bernoda darah yang mulai mengering.

“Kau yang melakukannya?” bibirnya terkuak, membuat pria itu berseri-seri.

“Iya, Sayang. Dokter brengsek itu sudah dihukum atas perbuatannya padamu di meja operasi dulu.”

Spontan, si perempuan menggerakkan kursi rodanya dan merengkuh pria tadi, yang balas memeluk sambil berbisik, “Happy anniversary, Honey.”

Editor

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.