Lembaran Baru Siddhartha

January 18, 2011
2 mins

Judul: Buddha 5: Taman Rusa

Penulis: Osamu Tezuka

Penerjemah: Asha Fortuna

Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia, 2007

Tebal: 350 halaman

ISBN: 9789799100764

sumber: bukudiskon.com

Siddhartha yang telah menjadi Buddha, tidak serta-merta diterima dan dipercayai kerahibannya. Meskipun demikian, ajarannya telah menyentuh perasaan dua orang yang dipandang paling rendah: Tatta dan Yatala. Sebagai serdadu, walaupun tidak sudi diatur, Tatta dan Yatala menunaikan tugas dari raja masing-masing guna menyelesaikan pertentangan Kosala dan Maghada mengenai batas wilayah.

Di sini karakter Dewadatta, yang acap dilabeli mewarisi darah jahat ayahnya, terkuak. Sementara itu, Tatta dan Migaila mengalami perubahan sifat serta tindak-tanduk. Mereka tetap saling mencintai dengan erat dan indah.

Osamu Tezuka berhasil membuat air mata saya berlinang lebih dari sekali, juga malu hati. Bahkan seekor rusa pun dapat mengabaikan kepentingan pribadi dan hawa nafsu, demi melindungi sesamanya. Kisah Sebu si Lembu pun tak kalah menawan.

“Tapi apa yang menyiksa manusia? Penyakit, kemiskinan, keluarga, pekerjaan, apa pun itu.
Siksaan timbul melalui indra. Indra penciuman, indra pengecap, indra penglihatan dan pendengaran.
Indra peraba.
Penawar derita semacam itu adalah delapan jalan. Dan itu adalah
pandangan benar
pikiran benar
perkataan benar
perbuatan benar
pencaharian benar
upaya benar
perhatian benar, dan samadi benar.
Kita makhluk hidup bukan hidup untuk disiksa, untuk menderita.
Apaa kalian tidak merasa, kehidupan semacam itu tak ada gunanya?
..Menyakiti diri sendiri, menjadikan diri mereka menderita..
itu tidak ada bedanya dengan hidup jangak bergelimang kesenangan di mana kalian bisa melakukan apa pun yang menyenangkan.
Dua-duanya sama-sama menyia-nyiakan kehidupan.”
(hal. 288-290)

Sungguhpun amat mengharukan, Buddha 5 tidak kehilangan kejenakaan. Misalnya dalam Bab Lima, Taman Rusa, kala para rusa diundi untuk mempersembahkan diri pada manusia yang gemar berburu.
“Undian ini konyol!! Punyaku ada 38 lubang.
Mengapa rusa jantan muda keren dan tampan seperiku harus menjadi santapan manusia?!”
(hal. 253)

Di sini terdapat informasi mengenai transfusi darah, yang sudah dipraktikkan meski masih sangat konvensional dan sempat dituduh sihir.

Andai ada sepuluh bintang, bukan maksimal 5, saya akan berikan seluruhnya sebagai nilai Buddha 5.

Editor

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.