Sekilas Tentang Editor Lepas

January 21, 2011
48 secs

Menurut pengamatan saya, lowongan menjadi editor in house/full time jauh lebih banyak dibandingkan penyunting lepas. Untuk itu, kiranya peminat pekerjaan ini harus awas memantau berbagai informasi penerbitan di milis, forum, web penerbit (walaupun ini cukup jarang) atau jejaring sosial.

Perlu diketahui bahwa kompensasi editor lepas dihitung per halaman atau per karakter, tetapi lebih rendah daripada penerjemah atau penulis (jika dibayar putus). Bila Anda keberatan dengan standar ini, sebaiknya jangan memaksakan diri karena hasil kerja tidak akan maksimal. Memang, untuk beberapa praktisi yang dipandang sangat kompeten dan berjam terbang tinggi, posisi tawarnya lebih baik lagi. Akan tetapi mereka pun memulai dari bawah, tidak simsalabim menjadi piawai dan tersohor di bidangnya.

Untuk menjadi editor lepas, sebaiknya kita sudah memiliki pengalaman menulis yang bisa ‘mengundang perhatian’ penerbit. Tidak harus menerbitkan buku, sering menulis di media cetak pun merupakan poin yang menarik. Alangkah lebih baik lagi apabila minat baca kita beragam. Mengapa? Penyunting, seperti halnya penerjemah, tidak selalu memperoleh order genre yang dikehendaki. Penerbit memegang hak prerogatif untuk menentukan naskah yang di-outsource-kan, bukan? Bila merasa tidak cocok, menolak sih boleh-boleh saja, tapi harus siap menunggu order yang ‘pas’ untuk waktu yang tidak ditentukan. Menolak sangat tidak disarankan jika Anda yang melamar.

Perihal menolak ini, ada pendapat lain yang sangat menarik dan dapat Anda baca di sana.

 

 

 

Editor

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

2 Responses for this article

  1. on
    October 17th, 2011

    Wah, sama-sama penyunting nih.. Tapi saya masih junior.. Hehe.. Boleh dong sharing ilmunya.. 🙂

    • admin rinurbad.com
      on
      October 29th, 2011

      Sebagian sudah diposting di Meja Kerja->Menyunting. Terima kasih sudah berkunjung, Rhein:)