Jebakan Mawar dan Jebakan Jalan Tol

March 12, 2012
21 secs

Istilah ‘jebakan mawar’ diperkenalkan oleh editor saya di Bentang, Dhewiberta. Menurutnya, itu sebutan untuk terjemahan yang tampak indah tetapi ketika dicek ke naskah aslinya, ternyata melenceng jauh. Ibarat mawar, harum dan terlihat cantik, namun berduri. Maka butuh kehati-hatian ekstra untuk menelaahnya.

Yang tergolong jebakan mawar ini biasanya kalimat terjemahan yang dibuat panjang, alias ditambah-tambahi meski tidak ada di naskah asli. Penerjemah terlalu kreatif, atau seperti kata Pak Hendarto Setiadi dalam salah satu makalah beliau, mungkin lebih cocok menjadi penulis.

Jebakan jalan tol adalah kreasi saya sendiri. Sering dengar kecelakaan di jalan tol akibat mengantuk? Suami saya tipe penyetir yang tidak suka jalan lurus melulu, karena dia jadi menguap terus. Kelokan atau sesekali guncangan justru membuatnya waspada. Ini pengibaratan terjemahan yang mulus dan bagus. Jalan lancar kerap mendorong kita tancap gas, padahal tahu-tahu di kilometer sekian ada lubang atau kendaraan lain yang berhenti mendadak. Karenanya, terjemahan bagus tidak selalu bisa ‘dikebut’. Perlu dibaca saksama, kalau-kalau ada kekurangan kecil yang terlewatkan.

Anda sendiri bagaimana?

Editor

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

2 Responses for this article

  1. on
    March 12th, 2012

    Saya pernah menghadapi naskah seperti itu. Tapi enak juga menanganinya. Saya jadi terbawa oleh gaya bahasa si penerjemah yang lincah. Tidak perlu terlalu memeras otak, tinggal mengoreksi yang salah-salah.

    Sebaliknya, menyunting terjemahan yang sudah benar tapi kaku bagi saya lebih sulit. Mesti pikir panjang, bagaimana cara mengubahnya supaya terjemahannya jadi enak.

    • admin rinurbad.com
      on
      March 12th, 2012

      Iya Fem, masih jauh lebih baik daripada terjemahan yang benar-benar salah dan harus digarap ulang:)