I am Number Four (2011)

July 30, 2011
36 secs

wikipedia

five, six, seven, eight.

Saya sempat bertanya dulu pada penerjemah novelnya, “Banyak action nggak?”

Ia mengiyakan, maka saya mantap nonton karena memang sedang butuh film bertempo cepat dan berciat-ciat. Berhubung fantasinya berbau alien dan makhluk planet lain, maka ini (juga bukunya, tentu) dikategorikan fiksi ilmiah.

Sesuatu yang menyegarkan, mengingat saya capek dengan vampir dan manusia serigala. Semula sempat khawatir kisahnya biasa saja. Cowok ganteng yang asing, menyendiri di sekolah merahasiakan jati dirinya, terlibat romansa dengan gadis yang terkesan ‘tak berdaya’ dan biasa.

Ah, tidak biasa juga sih. Sarah cantik.

Muncul pertanyaan, “Bisa ya masuk sekolah mendadak gitu? Enak betul.”

Ada ‘bumbu’ penarik lainnya, tentang anak lain yang dipandang aneh dan selalu di-bully.

Bagaimana John Smith (sebelumnya bernama Daniel) berpindah-pindah tempat karena dikejar Mogadorian mengingatkan saya pada Demon’s Lexicon. Sebagai penonton bawel, saya kembali berkerut kening ketika video John memancarkan sinar di pantai malam-malam beredar di internet. Berarti yang sedang liburan di kawasan itu (dengan asumsi berpakaian renang dan siap basah-basahan) selalu memegang ponsel yang siap merekamkah?

Oh, mungkin ponselnya anti air. Bisa diajak berenang.

Secara umum, asyiklah filmnya. Saya suka dan langsung memesan bukunya.

Rating: 3/5

Editor

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

4 Responses for this article

  1. on
    August 1st, 2011

    Bukunya jauh lebih asyik, lho.
    *penerjemah yang kecewa dengan filmnya :P*

    • admin rinurbad.com
      on
      August 1st, 2011

      Hehehe…memang banyak keanehan di film itu. Ya, ini biasa terjadi menurutku. Bukunya lagi pesen, masih OTW:D

  2. on
    September 16th, 2011

    Karena membaca bukunya lebih dulu, saya jelas kecewa dengan alur cerita filmnya. Banyak yang dipangkas soalnya–sama dengan Harry Potter.
    Tapi adegan action di filmnya cukup okelah.

    • admin rinurbad.com
      on
      September 18th, 2011

      Ya, saya sudah berhenti membandingkan, masih berusaha sih, walau belum baca bukunya.:)