Horor Klasik Poe

January 12, 2011
54 secs

Judul: Kucing Hitam
Penulis: Edgar Allan Poe
Penerbit: Nuansa
Tahun: 2004
Tebal: 92 halaman
ISBN: 979-9481-62-7

Walau hanya berisi empat cerita pendek, buku ini dapat menjadi sarana ‘perkenalan’ yang baik bagi pembaca yang belum terlalu akrab dengan Edgar Allan Poe. Cerpen pertamanya, Tong Anggur, menggetarkan keseraman dalam plot cepat dan menuntut pembaca menyimak kata demi kata dengan runut sambil berdebar-debar. Tokoh aku tengah menyusun pembalasan dendam sedemikian rupa, walau tidak terlalu jelas apa yang dilakukan Fortunato sehingga ia merasa terhina.
Tak ada asyiknya membalas dendam jika kau sendiri menanggung hukuman setelahnya. Juga tak ada asyiknya kecuali jika kau memastikan bahwa musuhmu tahu apa yang tengah kau lakukan padanya. (hal. 18).

“Tak seorang pun melukaiku tanpa dihukum,” jawabku. (hal. 25).

Pesan cerpen ini jelas, ada kalanya seseorang berpura-pura menjadi sahabat dan memasang senyum manis sembari menyembunyikan tekad untuk membalas sakit hatinya. ..Ia tak menyangka bahwa aku tersenyum karena memikirkan balas dendamku (hal. 18). Dan betapa minuman bernama anggur dapat menghanyutkan kewaspadaan.

Sebuah Kisah (hal. 53) relatif membingungkan di bagian permulaan dibandingkan Topeng Maut Merah (hal. 37), akan tetapi Poe memperlihatkan kemahirannya mengemas ending yang tak terduga. Kucing Hitam (hal. 71) merupakan penutup yang lebih dari sekadar tepat dalam kumpulan cerpen ini, menggenapkan ide-ide Poe yang tidak biasa perihal seseorang yang kecanduan berbuat jahat dan tidak memerlukan alasan untuk itu. Cerpen yang amat memukau sekaligus mencekam, sebagaimana ringkasannya, Kisah ini menunjukkan kehancuran bertahap sebuah pikiran yang sakit.

Editor

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

2 Responses for this article

  1. on
    January 14th, 2012

    Ternyata buku ini sudah lama ya terbitnya, 2004. Apakah penerbit Nuansa ini juga banyak terbitkan buku klasik lainnya? Sampai sekarangkah?

    Yang aku sudah baca Kucing Hitam (sudah 2 versi, terbitan Serambi sama Gramedia), dan Topeng Maut Merah. Yang terakhir ini lumayan mencekam. Poe memang piawai mempermainkan rasa takut kita. Tapi kalau dibuat kumcer, bacanya harus bertahap. Kalau dilahap sekaligus bisa bikin jiwa jadi gelap, hehehe…

    • admin rinurbad.com
      on
      January 14th, 2012

      Selain yang ini, aku pernah beli kumcer Fyodor Dostoyevsky terbitan Nuansa juga.
      Dilihat dari akun twitter-nya, kayaknya sudah tidak menerbitkan klasik lagi, Mbak. Atau mungkin belum.