Harmony (2009)

March 26, 2011
3 mins

Sumber: hancinema.net

Kita sering berbicara atau mendengar ihwal kebebasan, arti kehidupan, persahabatan, dan persaudaraan sesama wanita. Dari manakah kita bisa memetik pelajaran berharga, pesan yang berkesan, bukan seperti tulisan yang diukir di atas pasir kemudian terhapus oleh air? Harmony mengajak kita menoleh ke tempat yang acap dipandang sebelah mata untuk memperkaya pengetahuan akan hidup dan hati manusia.

Film dibuka dengan perjuangan seorang wanita melahirkan bayinya, padahal ia berstatus narapidana. Dari situ, saya sudah terkagum-kagum karena suasana penjara yang begitu rapi dan ‘bersahabat’, bila tak hendak disebut nyaman dan ‘membuat kerasan’. Sel kecil yang dihuni beberapa orang sekaligus ditata bak naungan satu keluarga, karena ada seorang bayi yang sedang tumbuh di dalamnya. Min-woo, putra Jeong-hye yang tidak bisa menyanyi sehingga anaknya itu pun malah menangis ketika dininabobokan.

Mendadak Jeong-hye memperoleh ide untuk menyusun program ‘reformasi’ (barangkali untuk menambah semangat para tahanan wanita di balik tembok penjara itu) berupa paduan suara. Dengan gigih ia mengajak Kim Moon-ok, mantan profesor musik, untuk menjadi konduktor, Sipir Kong menyalurkan bakat bermain piano, kemudian pencarian berlanjut pada pemilik suara soprano jernih yang menggetarkan hati supaya paduan suara ini bertambah lengkap. Jeong-hye bersemangat karena Kepala Penjara memenuhi harapannya untuk memberi satu hari di luar supaya Min-woo mendapat suasana baru.

Memang ini bukan film musikal berbalut drama pertama yang dilansir sineas Korea. Tetapi tatkala menyimak Harmony, bukan hanya kegembiraan berkreasi yang saya rasakan. Karakter-karakternya amat kuat. Si napi pendatang baru yang menyanyi amat baik sedikit mengingatkan pada Les Choristes, namun film ini lebih banyak berbicara tentang hubungan kasih orangtua dengan anak, utamanya para ibu. Seperti kata Moon-ok, untuk menyelami musik, kita harus membuka hati. Air mata saya tak urung membanjir ketika mereka berkumpul membentuk lingkaran, menuturkan kerinduan pada keluarga masing-masing dan betapa mereka tidak sengaja menghilangkan nyawa orang lain (meski tidak semua dijebloskan ke penjara karena membunuh).

Seperti kebanyakan film Korea, Harmony menampilkan pengelupasan plot yang unik supaya penonton kian menjiwai karakter tokoh-tokohnya. Tanpa menjadi kaku atau monoton, disibaklah masa lalu Jeong-hye yang dihajar suami ketika hamil tua sehingga terpaksa melawan dan lelaki itu tewas. Demikian pula latar belakang Moon-ok yang menyebabkan dirinya berada di sana. Yang bukan main menyayat hati, putri Moon-ok tidak membalas surat atau telepon ibunya karena malu menjadi anak pembunuh. Saya pun terpesona pada pemeran Min-woo cilik, sedari bayi, yang ekspresif dan alamiah. Tentu tidak mudah menemukan batita yang pandai berakting.

Keistimewaan film Korea adalah kejutan, ketika kita menyangka cerita sudah selesai, ternyata masih ada problema yang disuguhkan. Saya tidak akan bicara lebih banyak supaya postingan ini tidak menjadi spoiler.

Film yang bikin saya nangis non stop ini wajib ditonton. Titik.

Rating: 5/5 (kalau ada 10 bintang, saya berikan semuanya untuk Harmony)

Editor

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

8 Responses for this article

  1. on
    March 27th, 2011

    WAJIB DICARI!!! hehe, btw bagus mana sama Wedding Dress mbak? 😉

    • Rini Nurul
      on
      March 27th, 2011

      Wedding Dress bagus, Harmony luar biasa, kalau tak boleh bilang ‘sempurna’:)

  2. rahmani
    on
    March 28th, 2011

    terima kasih ulasannya, rini. *buru-burukaburketokodvdbajakan*

    • Rini Nurul
      on
      March 28th, 2011

      Terima kasih kembali, Bu Rahmani:)

  3. on
    June 6th, 2011

    saya udah nonton mbak. sedih banget. sampe nangis sesenggukan nontonnya… sampe-sampe si mas terbengong-bengong ada apa dengan istrinya ini nonton film sampe segitunya nangisnya… hehehe…

    • admin rinurbad.com
      on
      June 6th, 2011

      Sama, Nur. Tumpahan air mata terbanyak yang pernah kucurahkan sepanjang sejarah nonton Korea. Mas Agus juga kaget, aku kayak nangis disakiti orang katanya:D

  4. on
    June 19th, 2011

    Harmoni ini film yang gak sengaja kebeli karena liat judul sama sampulnya paduan suara banget. waktu nntn pertama kali nangis sendirian di kamar kos, begitu yang kedua makin kejer nangisnya nonton barengan sama tmn2 di kosan. saling berbagi tisu, usap punggung, dan inisiatif bilang sayang ke orang terdekat kita. film ini inspiratif, gak semua yang baik datang dari yang baik juga 🙂 5 bintang penuh buat filmnya.

    • admin rinurbad.com
      on
      June 22nd, 2011

      Setuju, 5 bintang penuh:)