Hidup adalah hukuman bagi seseorang yang tidak berdaya nyaris seratus persen seperti Ethan Mascarenhas. Selama empat belas tahun, kejayaannya sebagai pesulap nomor satu dunia berganti menjadi berbagai mesin penopang hidup. Ia bergantung pada beberapa orang sekadar untuk menggaruk hidung yang gatal sekalipun, salah satunya Sofia D’Souza (Aishwarya Rai), perawat yang membaktikan diri selama 12 tahun terakhir dan bahkan meninggalkan keluarganya.

Kelumpuhan total dari leher ke bawah menimpa sang pesulap besar akibat ulah sahabat baiknya sendiri, yang mencemburui kesuksesan Ethan. Ia berusaha menularkan semangat melalui buku kepada para penderita yang sama, menyiarkan lagu-lagu riang dan kalimat indah lewat radio, tetapi pada satu titik, kesabarannya sirna. Ethan meminta pengacaranya, Devyani Dutta, mengajukan permohonan ke pengadilan untuk izin melakukan euthanasia.

Ethan yang eksentrik mengucapkan kalimat-kalimat menghibur sepanjang film. Contohnya kala disapa Devyani, ia menjawab, “Baru jogging sedikit tadi pagi, agak letih.” Ketika ia terjatuh dari tempat tidur karena kecerobohan muridnya, Omar Shiddiqui, Ethan berkata pada Sofia, “Kalau bisa melihat kakimu yang seksi, aku pasti bisa berjalan seketika.”

Tentu saja, permohonan kontroversial ini menghadapi banyak sandungan. Tuduhan serakah harta kepada Sofia, prasangka bahwa Ethan terganggu secara mental akibat depresi, tetapi sangat mengharukan kala Ethan menyampaikan petisi lewat radio dan seorang kawan lama menyatakan ‘Ya’ untuk pertama kalinya. Selang-seling alur flashback yang mengupas kehebatan sang pesulap di masa lalu, berikut atraksi menawan dan lagu-lagu merdu menjadikan Guzaarish sama sekali tidak menjenuhkan kendati durasinya sekitar dua jam. Bukan hanya nyanyian berbahasa India, ada pula performa ibunda Ethan sewaktu muda menyajikan lagu What A Wonderful World.

Dengan nuansa kontemporer yang kental ditambah bahasa Inggris di separuh dialog, film ini teramat menyentuh batin. Guzaarish mengajak kita mempertanyakan kewenangan atas hidup seseorang. Apakah itu mutlak di tangan ibunya, yang melahirkan dia, orang yang mengaku mencintainya, orang yang mendampinginya, atau orang yang pernah menyelamatkannya? Karakter Ethan sendiri sangat memesona di mata saya. Aktingnya dan Aishwarya Rai sungguh padu, antara lain saat Sofia menyalakan rokok dan mendekatkan ke mulut pasiennya agar dapat mengisap benda itu di perjalanan ke pengadilan. Pelajaran lain yang saya raup adalah cara memperlakukan seorang sahabat yang pernah berbuat sangat keji.

Di negeri asalnya, Guzaarish tidak mendapat sambutan positif dikarenakan tema ‘menantang’ yang dipandang mencemari dunia hukum India serta tuduhan seorang novelis bahwa film ini mengangkat cerita karyanya yang belum diterbitkan. Meskipun demikian, saya terkesan bukan kepalang dan terus terngiang kalimat berikut:

Life is short, but it is long enough if you live full of heart.

Sumber gambar: wikipedia

Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

2 Responses to “ Guzaarish (2010) ”

  1. gravatar Yayan
    January 24th, 2011

    Pas kemarin beli masih jelek, ntar aku beli deh kalo udah “ori” hehehe

    • gravatar Rini Nurul
      January 24th, 2011

      Hehehe…dijamin suka, Yan *sok tau*