Full Time Freelancer

January 10, 2011
6 secs

Dua kata ini terkesan kontradiktif, namun sebenarnya tidak. Untuk penerjemah, misalnya, ada dua kategori freelancer (yang artinya jelas, bukan penerjemah in house):

1. Penerjemah freelance yang (biasanya) tidak menjadikan profesi ini sebagai pekerjaan utama. Mereka menerima order di waktu yang dianggap cukup luang, di luar tugas kantoran atau berwirausaha. Ada juga yang memutuskan mengambil jalur ini dikarenakan masih sibuk kuliah atau berfokus pada anak-anak yang masih kecil. Ini bisa disebut freelancer paruh waktu.

2. Penerjemah freelance penuh. Yang dikerjakan hampir seratus persen menerjemahkan di rumah. Bisa buku, bisa dokumen, film, dan materi lainnya. Ada kalanya, sesekali penerjemah lepas permanen (atau penuh waktu) menerima tawaran sebagai penyunting.

Pilih yang mana, terserah Anda. Pindah jalur sewaktu-waktu pun boleh saja. Sampai kini keragaman istilah membuat dunia freelance belum juga dipahami masyarakat, namun kita jangan letih menjalani dan menjelaskannya:)

Editor

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.