Becoming Jane (2007)

February 08, 2011
2 mins

sumber: wikipedia

 

 

 

 

 

 

Sampai hari ini saya belum membaca buku Austen satu pun, tapi saya sudah menonton Pride and Prejudice dan Jane Austen Book Club. Bagaimanapun, jika menyenggol buku klasik, nama pengarang ini sangat melekat.

Beberapa bagian kisah nyata Austen, yang diperankan Anne Hathaway dengan amat baik dalam film Becoming Jane, membuat saya teringat pada Pride and Prejudice. Tidaklah salah mengangkat elemen kehidupan sendiri untuk dituangkan dalam novel, sejauh bumbu imajinasi tetap disertakan. Jane adalah gadis cantik yang diharapkan ibunya segera menikah dan tawaran terbaik untuknya adalah Mr. Wisley, keponakan Lady Gresham, seorang pewaris berkantung tebal. Jane tidak tertarik kepadanya, malah, setelah beberapa kali perdebatan karena tersinggung oleh komentar Tom Lefroy (James Ivory) atas tulisannya, ia menaruh hati pada pengacara tersebut.

Cinta Jane tidak bertepuk sebelah tangan. Apa daya, pada waktu itu nama keluarga, latar belakang, serta perkara ekonomi menjadi pertimbangan sangat penting. Paman Tom, seorang hakim, menolak memberi restu atas hubungan mereka. Apalagi setelah ia menerima sepucuk surat. Tom terbelit kewajiban kepada paman yang membesarkannya itu, maka Jane pulang dengan hati hancur lebur. Profesi penulis, yang dipertanyakan oleh masyarakat, senada dengan film Miss Potter. Sedangkan orang-orang yang hidup sendiri dan tidak memiliki anak sehingga memilih merawat keponakan karena orangtuanya sendiri kurang mampu adalah ciri khas yang kerap saya temui dalam novel klasik.

Jane, yang keras hati, tak mau menikah tanpa cinta. Tapi ibunya menegaskan bahwa ia sendiri tidak memperoleh apa-apa dari pernikahannya dengan Pendeta Austen. Ia juga tidak menghendaki anak perempuannya menjadi lajang seumur hidup dan diperolok orang, saat Jane mengatakan bahwa ia sanggup hidup bersama penanya belaka. Romansa Jane dengan Tom Lefroy disebut-sebut fiktif, namun tetap membuahkan perenungan yang menyentuh. Terutama kala Jane mengunjungi novelis Mrs. Radcliffe dan menanyakan kemungkinan menjadi istri sekaligus penulis, wanita itu menjawab, “Yes, though never easy.”

Yang sudah tahu identitas Jane Austen dan status perkawinannya tentu bisa menerka akhir film ini. Saya pribadi merasa Becoming Jane, yang merupakan hasil konsultasi dengan penulis buku Becoming Jane Austen (Jon Spencer), sangat membantu membiasakan diri dengan bahasa Inggris zaman dahulu kendati aksennya tidak kelewat kental.

Rating: 4/5

Editor

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.