Di Novel Grafis, Coraline Tampak Sudah Remaja

December 10, 2010
2 mins

Judul: Coraline (Novel Grafis)

Penulis: Neil Gaiman & P. Craig Russell

Penerjemah: Dwi Maya Aprilisa

Penerbit: M&C!, 2009

Tebal: 186 Halaman

ISBN: 978-979-2335-27-9

Sumber: Wisata-buku.com

Setiap media dan individu seniman memiliki interpretasinya sendiri. Itulah yang tergambar dalam novel grafis Coraline yang diadaptasi P. Craig Russell. Di tangannya, Coraline menjadi karakter yang lebih remaja dibandingkan yang dilukiskan dalam film. Dominasi warna suram mengukuhkan kisah fantasi ini sebagai sesuatu yang membuat bulu roma meremang.

Bermula dari kejemuan di suatu hari hujan, Coraline bermaksud mencari kegiatan yang menarik guna mengisi waktu senggang. Ayah dan ibunya tengah berkutat dengan komputer masing-masing. Sesuai saran sang ayah, Coraline melakukan penjelajahan di dalam rumah dan mendapati sebuah pintu misterius. Begitu menemukan kuncinya, ia menapaki dunia lain. Sisi yang berbeda dari tempat tinggal keluarganya.

Sepasang suami-istri memperlakukannya dengan hangat bak anak sendiri. Coraline menyadari betul bahwa mereka bukan orang tua kandungnya, terlebih mata keduanya terbuat dari kancing hitam yang mengerikan. Namun di sana perhatian mereka tercurah kepadanya seorang. Ia dibuatkan makanan yang benar-benar lezat, bukan resep eksperimen ala ayahnya, mendapat kamar yang bagus dan banyak mainan.

Sepanjang cerita, P. Craig Russell terlihat taat kepada penjabaran novel ‘aslinya’. Ketika Coraline menemukan tikus-tikus bernyanyi seram di bawah tempat tidur, misalnya. Pembaca yang sudah menyimak novel Gaiman memperoleh gambaran lebih jelas dibandingkan dalam film. Begitu pula tatkala Coraline menyadari bahwa kedua orang tua kandungnya menghilang dan ia dikurung bersama anak-anak lain yang terperangkap karena mulut manis pasangan bermata kancing.

Teknik gambar Russell, berpadu dengan colorist Lovern Kindzierski dan letterer Todd Klein, berhasil menampilkan sebuah novel grafis yang layak santap bagi konsumen berbagai kalangan. Sebuah pembuktian lagi bahwa komik bukan bacaan ‘remeh-temeh’. Patutlah bila Coraline versi adaptasi ini menggondol Harvey and Eisner Awards.

Editor

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

4 Responses for this article

  1. on
    June 17th, 2011

    Ohh Coraline ada bukunya ya? Aku cuma nonton filmnya. Dan itu salah satu film yang ceritanya membekas di ingatanku. Imajinasinya tinggi. Keren 😉

    • admin rinurbad.com
      on
      June 18th, 2011

      Ada, Nik, udah lama terbit dan susah juga dicari. Padahal harganya sangat terjangkau dan ceritanya memang seru:)

  2. pie djohan
    on
    January 12th, 2016

    Resensinya bagus….
    penerjemahnya almarhum kakak saya
    sudah meninggal dunia juni 2015 yang lalu….

    • Rini Nurul
      on
      January 13th, 2016

      Turut berdukacita. Terima kasih sudah berkenan membaca tulisan ini.