Daftar Tiruan Bunyi/Onomatope

January 27, 2011
5 mins

Ketika sedang menerjemahkan, saya sering kesulitan membayangkan, melukiskan, atau menjabarkan tiruan bunyi, atau yang dikenal sebagai onomatope. Berikut daftar yang mudah-mudahan dapat membantu dan akan saya perbarui secara periodik.

Suara makhluk hidup

Kucing mengeong

Burung mencericip/berkicau

Babi menguik

Bebek meleter

Anjing menggonggong/mendengking

Serigala melolong

Sapi melenguh

Katak menguak

Ular mendesis

Kambing mengembik

Merpati berdekut

Ayam jantan berkokok

Ayam betina berkotek

Anak ayam menciap

Macan mengaum

Tikus mencicit

Kuda meringkik

Tidur mendengkur

Berjalan terhuyung-huyung.

Suara benda mati

Meriam berdentam

Angin berkesiur/mendesau

Papan/kayu berderak

Bel/lonceng berdentang

Sendok berdenting

Air bergemericik

Pintu berderit

Gigi gelemetuk (kedinginan)

Telepon berdering

Peluru berdesing

Daun bergemeresik

Jantung berdegup

Uang logam bergemerincing

Petir menggelegar

Kuda berderap.

Darah berdesir/menggelenyar.

Selendang berkibar.

Berdasarkan aktivitas

Minum: gluk, gluk, gluk

Menginjak kayu/ranting: krak, krak, krak

Jatuh ke dalam air: Byur, jebur, plung (jika yang jatuh adalah benda)

Menggunting: kres, kres, kres

Meninju: Buk, dhuak

Menyobek kertas: srek, srek

Meledak: bum!

Jatuh dengan keras: gedebuk! Gedebum!

Barang pecah: Prang!

Kaleng tertendang: Klontang!

Menembak: Dor!

Menyeruput: Srup, srup.

Mengayun tongkat: Syuut, syuut.

Menumpuk barang: Bruk, bruk.

Batuk: Uhuk, uhuk.

Bersin: Hatsyi! Hatsyi!

Kunci diputar: Klik.

Menusuk dengan pisau: Jleb.

Perut keroncongan: Kruk, kruk.

Kain dirobek: Breet, breeet.

Menggigit makanan renyah: Kriuuk.

Jam dinding kuno: Tik tok.

Pohon bambu tertiup angin: Keriang keriut

Ketukan di pintu: Tok tok tok.

Sepatu hak tinggi di lantai: Tuk tuk tuk.

Air menetes: Tes tes tes.

Salah satu cara untuk memperoleh bunyi paling akurat adalah praktik. Namun selain kondisi (dan keterbatasan perangkat), keterbiasaan pada bahasa ibu bisa menjadi ‘kendala’. Misalnya, saya sulit membayangkan suara air mengucur (bahkan terpikir kat ngocor) dari kran, bila hendak menyampaikan kepala pusing pun langsung terlintas kata kliyengan.

Harus diakui, seperti kata Handrawan Nadesul dalam sebuah buku, bahasa daerah lebih kaya nuansa dibandingkan bahasa Indonesia. Oleh sebab itu, agaknya kita perlu kreatif mengolah diksi, katakan saja…menggelontang? Bergelontangan?

Tiruan bunyi berawalan D dapat dijenguk di blog Mas Rahmat Febrianto.

Sebagian saya cantumkan di bawah ini.

Dari KBBI

bang n tiruan bunyi spt bunyi – barang jatuh, meletup, dsb

bap n tiruan bunyi barang jatuh di tanah lembut dsb; debap

celebuk n tiruan bunyi spt batu dsb yg jatuh ke air

celepik n tiruan bunyi spt barang kecil (cecak, kertas, dsb) jatuh di lantai

celepuk n tiruan bunyi spt celepik tetapi lebih nyaring

celung n tiruan bunyi spt bunyi angklung dsb

ceter /cetér/ n tiruan bunyi cemeti (cambuk dsb) yg dicambukkan

cit n tiruan bunyi spt bunyi tikus atau anak burung

ciut n tiruan bunyi spt bunyi pohon ditempuh angin, pintu terbuka, dsb;
berciut-ciut (menciut-ciut) v berbunyi “ciut, ciut”

debak n bunyi spt bunyi orang meninju; debuk;
debak-debuk v berulang-ulang berbunyi ”bak-buk” (spt bunyi barang-barang berat berjatuhan, orang meninju berulang-ulang, dsb)
debam n tiruan bunyi spt bunyi benda berat jatuh ke lantai
debap n tiruan bunyi spt bunyi barang jatuh dsb
debar n, berdebar (berdebar-debar) v
bergerak-gerak atau berdenyut-denyut keras atau lebih kencang

decup n tiruan bunyi spt bunyi ikan menangkap kelekatu;
berdecup(-decup) v berbunyi spt bunyi ikan menangkap kelekatu
decur n tiruan bunyi spt bunyi air memancar (memancur dsb);
medecur v 1 berbunyi spt bunyi air memancar; 2 memancar; memancur; bercucuran

decut n tiruan bunyi spt bunyi bayi menyusu;
berdecut(-decut) v berbunyi seperti bunyi bayi menyusu

gar n tiruan bunyi spt bunyi guruh dsb; degar

gelebuk n tiruan bunyi spt, barang jatuh

gerdam n tiruan bunyi spt bunyi barang yg berat dan besar yg jatuh

gerentang n tiruan bunyi berdentam-dentam (berdentang-dentang)

koak (koak-koak) n tiruan bunyi spt bunyi burung gagak;

letang n tiruan bunyi spt bunyi besi dipalu

letik n tiruan bunyi spt bunyi gelas retak kena air panas;
meletik v berbunyi

mung n tiruan bunyi canang

ning n tiruan bunyi sbg bunyi lonceng kecil

nung n tiruan bunyi spt bunyi kenung

 

Terkait suara binatang, saya menemukan blog James Chapman yang informatif dan menghibur.Di situlah saya tahu suara kuda dalam bahasa Hongaria adalah “nyihaha”, mirip bahasa gaul zaman sekarang:p

Ada lagi kamus online yang cukup lengkap, Written Sound.

Editor

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

23 Responses for this article

  1. on
    January 30th, 2011

    Kalo simbal ber-apa ya, Rin? *berpikir keras*

    Reply
    • Rini Nurul
      on
      January 30th, 2011

      Ng…berdentang? *nggak yakin*

      Reply
  2. on
    January 31st, 2011

    Wah! Ini penting banget, nih 😀

    Reply
    • Rini Nurul
      on
      January 31st, 2011

      Makasih, Aini, tapi belum lengkap:D

      Reply
  3. on
    February 3rd, 2011

    Makasih Teteeeeeh. *peluk peluk*
    *jadiin bookmark*

    😀 😀

    Reply
    • Rini Nurul
      on
      February 3rd, 2011

      *peluk Momo*
      Sama-sama, wah jadi semangat menambahnya:)

      Reply
  4. on
    February 26th, 2011

    kalau bunyi batu di bawah kaki apa yah, Teh? 😀

    Reply
    • Rini Nurul
      on
      February 26th, 2011

      Duh, jadi ingat belum memperbarui daftar ini:(
      Sepertinya ‘berderak’, Mo. Atau ‘berkeretak’.

      Reply
  5. on
    February 28th, 2011

    Mbak Rini, terimakasih sudah memberi tautan ke blog saya. Saya juga sekaligus minta izin untuk menaruh tautan di blog saya ke sini.

    Reply
    • Rini Nurul
      on
      February 28th, 2011

      Silakan, Mas Rahmat, terima kasih kembali.

      Reply
  6. Dina Begum
    on
    March 1st, 2011

    Langsung kusalinrekat. 😀 Jadi inget salah satu PR anakku dulu.. sampe kelimpungan nyarinya. *Coba dari dulu ketemu Rini*
    Trims.

    Reply
    • Rini Nurul
      on
      March 1st, 2011

      Sami-sami, Mbak Dina:)

      Reply
  7. selviya
    on
    March 14th, 2011

    Keren Mbak postingannya. Sangat membantu 😀

    Reply
    • Rini Nurul
      on
      March 14th, 2011

      Terima kasih:)

      Reply
  8. on
    October 3rd, 2011

    sangat membantu bagi para penulis cerpen. makasih yah!

    Reply
    • admin rinurbad.com
      on
      October 4th, 2011

      Sama-sama:)

      Reply
  9. on
    November 6th, 2011

    Kalo “gurgle” sm “bubble” apa ya? Kupluk-kupluk? :p

    Reply
    • admin rinurbad.com
      on
      November 15th, 2011

      ”gurgle’ yang bayi berdeguk bukan, Mbak Linda?
      Kalau ‘bubble’ mungkin bisa ‘bluk bluk bluk’ atau ‘blub blub blub’.

      Reply
  10. fitri
    on
    December 26th, 2011

    salam kenal mbak, saya sangat terbantu karena saya sedang meneliti penerjemahan onomatope dari bahasa jepang ke bahasa indonesi
    terimakasih mbak

    Reply
    • admin rinurbad.com
      on
      December 27th, 2011

      Salam kenal, Mbak Fitri.
      Senang sekali mendengarnya, terima kasih sudah mampir. Semoga penelitiannya lancar:)

      Reply
  11. on
    May 14th, 2013

    Terima kasih. Bahasa Jepang sama Korea tuh onomatope-nya banyak banget, bikin pusing Indonesia-nya apaan ya… ^^

    Reply
  12. on
    November 8th, 2013

    Salam kenal, mbak.
    Benar, Onomatope dlm bahasa Jepang banyak sekali. Bahkan untuk sesuatu yang tidak ada “bunyi”nya sehingga tidak bisa ditiru. Misalnya, untuk menggambarkan suasana sunyi senyap, ada onomatope-nya: “sii-iing”. Nah! mau diterjemahkan apa coba? Bisa beri saran mbak?

    Reply
    • Rini Nurul
      on
      November 8th, 2013

      Mbak Rina, terima kasih kunjungannya. Salam kenal.
      Mengenai bahasa Jepang, saya sedang menunggu teman penerjemah Jepang yang saya minta tolong menjawab di sini. Semoga beliau sempat:)

      Reply

Leave a Reply

  • (not be published)