Ctrl+H dan Auto Correct

January 11, 2011
53 secs

Word, sebagai salah satu aplikasi yang paling sering saya gunakan, memiliki wilayah menu lumayan banyak. Salah dua di antaranya adalah perintah Replace All (Ctrl+H) dan Auto Correct.

Mencoba potong kompas dengan main Replace All saat mengoreksi naskah dijamin menimbulkan kekacauan. Bayangkan jika saya mengganti semua ‘maka’ dengan ‘jadi’ begitu saja, padahal dalam naskah tersebut ada pula ‘maka’ yang tidak berdiri sendiri. Misalnya ‘makan’ menjadi ‘jadin’ dan ‘memakan’ jadi ‘mejadin’. Menggunakan Ctrl+H harus sangat hati-hati. Lebih baik si ‘maka’ itu di-Find Next satu per satu kemudian di’Replace’ bila kata yang bersangkutan memang perlu diubah. Repot sih jelas, tapi lebih aman. Saya merasakan manfaat kerepotan ini tatkala terdapat kesalahan ketik, contohnya beberapa kata ‘maka’ saya tik ‘mka’. Tidak mungkin di-replace all, jika ada kata ‘Perumka’ misalnya. Bisa-bisa ikut berubah.

Auto Correct sangat membantu ketika saya harus mengetik suatu kata berkali-kali, biasanya peristilahan yang ejaannya lumayan sulit semisal ‘kontemplatif’ atau nama tempat dan nama tokoh yang panjang. Ribetnya terasa kala menghadapi nama yang rada-rada mirip, contohnya Nyonya Robin disingkat ‘nyr’. Ternyata ada ‘Nyonya Rino’. Bila ‘Nyonya Rino’ tidak disingkat ‘nyrn’, ‘Nyonya Robin’ yang diubah singkatannya menjadi ‘nyrb’. Seringkali singkatan yang melebihi tiga huruf sukar diingat, jadi bolak-balik buka catatan.

Naskah selesai, pekerjaan sudah berganti, terkadang masalah masih muncul gara-gara si Auto Correct ini karena saya jarang ingat (tepatnya: malas) menghapus semua singkatan yang digunakan dalam pekerjaan terdahulu.

Editor

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

5 Responses for this article

  1. Uci
    on
    January 11th, 2011

    Aku terbantu banget auto correct waktu nerjemahin buku yg tokohnya bernama cina dalam bahasa Inggris, satu orang kan namanya bisa 2/3 kata, males nulis ulang melulu 😀

    • Rini Nurul
      on
      January 12th, 2011

      Hahaha…iya, buang waktu, apalagi kalau materi naskahnya bikin mikir.

  2. on
    January 12th, 2011

    hihihihi, sama mbak rin. kalo aku kuakalin lagi. kuberi spasi di sebelum dan sesudah kata spesifik yang akan di-Ctrl H. jadi spesifik pada kata itu, kejadian seperti ‘makan’ menjadi ‘jadin’ dan ‘memakan’ jadi ‘mejadin’, dijamin tidak akan terulang. hehehe. akal bulus ya, tapi resikonya untuk kata yang ada di awal kalimat atau akhir kalimat yang tidak dibarengi sama spasi suka kelewat, tapi bisa diakalin juga kok… hihihihi. caranya sama aja. hilangkan spasi sebelum atau sesudah kata.

    • Rini Nurul
      on
      January 12th, 2011

      Nah, itu juga persoalanku, Nur. Kalau ketemu kata yang miring, misalnya, ingin ditegakkan, rasanya belum sukses memakai Ctrl + H ini:( Dasar pemalas, ya:D

      • on
        November 30th, 2011

        CTRL + H, klik more, centang “Find whole words only”. Maka kekacauan itu dapat dihindari. 🙂