Buku dan Merawat Blog

November 20, 2010
2 mins

Blogging membutuhkan konsistensi, atau dengan kata lain ketekunan memperbarui konten. Mempunyai lebih dari satu akun blog, walaupun ditujukan untuk kepentingan tematis, tetap saja repot, terlepas dari kemudahan fitur yang ada, semisal posting melalui email.

Bulan ini, saya cukup sering membaca acak atau lebih tepatnya comot-comot dikarenakan pekerjaan. Ada yang hanya dibaca satu bab di tengah-tengah, satu bab di permulaan, beberapa lembar saja, dan seterusnya. Kadang saya memperoleh pembenaran bila ingat kata seorang tutor sewaktu mengikuti pelatihan mengajar bahasa asing dulu, yang mengatakan bahwa tidak mungkin kita membaca semua buku sampai detail terkecil. Terlebih jika waktu menjadi kendalanya.

Saya, terus terang, resah mengamati kondisi blog buku anak dan blog buku thriller di sana. Mungkin sudah saatnya saya menerapkan jadwal ala Femmy, yang membiasakan diri membaca satu genre tertentu per bulan. Semula saya hendak ‘sok kuat’ menetapkan per minggu, tapi kita tahu bahwa buku thriller hampir tidak ada yang tipis. Dan saya merasa sayang jika membaca dengan skimming.

Persoalannya, saya harus memprioritaskan PR resensi. Sungguh baik hati relasi penerbit tersebut, jarang memburu-buru, namun begitu ulasan saya tayang, dalam hitungan hari mereka mengirimkan buku baru. Mungkinkah sudah waktunya saya menyambut tawaran dalam surat sang Markom di awal kerjasama, yang memperkenankan saya untuk meminta judul buku yang dikehendaki? Hubungan kami memang sudah terjalin cukup lama. Tapi saya ragu, karena:

1. Apabila meminta buku anak, berarti secara khusus dari imprint yang satu itu. Jujur, saya kurang enak hati bila menganaktirikan imprint lainnya. Lebih-lebih, buku mereka yang beragam itu sering kali menarik.

2. Meminta berarti pertanggungjawaban tambahan. Alangkah tidak sopannya meminta, tapi membacanya nanti-nanti. Padahal ini sedang menjadi kendala saya, karena (lagi-lagi) pekerjaan.

Baiklah, toh buku anak-anak di rak masih banyak. Tipis-tipis pula:D

Editor

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.