Begini-begitu Komunikasi

January 20, 2011
2 mins

Judul: Kartun (Non) Komunikasi, Guna dan Salah Guna Informasi dalam Dunia Modern

Penulis: Larry Gonick

Penerjemah: Rizadini Manoppo & Andya Primanda

Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia

Cetakan: I, Juli 2007

Tebal: 188 halaman

ISBN: 978-979-91-0075-7

Ini karya Gonick pertama yang saya baca, walaupun sudah melirik pula Kartun Riwayat Peradaban. Kata kunci yang memikat untuk mendahulukan buku ini adalah bahasa. Begitu sarat informasi di setiap halamannya, sampai-sampai saya membutuhkan waktu satu minggu untuk menamatkan buku yang relatif tipis ini. Satu bukti bahwa buku ‘penuh gambar’ bukan berarti dapat dikonsumsi seperti makanan ringan belaka.

Gonick melandasi kreasinya dengan kepustakaan ilmiah seputar bahasa dan makna serta serba-serbinya, antara lain buku Noam Chomsky, yang tidak asing lagi bagi mereka yang studi dan menekuni bidang linguistik. Dengan cerdas, ia mengolah materi itu dan menyematkan gambar pendukung yang acap kali mengundang senyum sehingga uraian lebih mudah dicerna. Tentu, ini tidak lepas dari kinerja baik kedua penerjemahnya. Salah satu yang membuat saya geli adalah halaman 47:
“Ini. Bacalah laporan 2.000 halaman ini tentang cara memanfaatkan waktu dengan efektif.”

Di sini, dipaparkan juga enam fungsi bahasa menurut Jakobson: emotif, konatif, fatis, puitis, referensial (ini yang paling saya ingat dari mata kuliah Semantik) dan metalinguistik.

Bagian yang paling saya gemari adalah penjelasan empat prinsip komunikasi:
1. Pahami pesan sebelum menyampaikannya
2. Gunakan “bahasa orang yang Anda ajak bicara”.
3. Usahakan sesederhana mungkin.
4. Minta umpan-balik.

Tidak sampai di situ saja, Gonick memberikan contoh-contohnya. Saya tergelak-gelak menyimak ini:
Contoh profesi yang betul-betul membuat bingung karena mengabaikan prinsip no. 2 adalah pengacara. Mereka tahu apa yang mereka kerjakan, tapi menolak bicara dalam bahasa kita…
Saya rasa mereka belajar melakukan hal ini dalam upacara rahasa yang dipimpin oleh para profesor sekolah hukum Sparta
. (hal. 82)

Wajar, apabila setelah menyerap materi, yang kadang kala teoretis sekali, dan relatif ‘berat’, pembaca merasa letih. Ada sejarah, ada runutan komunikasi berupa bahasa tubuh, pengamatan fauna, telaah perbedaan prinsipil televisi dan komputer, serta citra sampai resolusi guna mempertanyakan pameo ‘satu gambar berbicara seribu kata’. Gonick menutup buku ini dengan galeri gambar, yang tentu saja masih penuh makna.

Kartun (non) Komunikasi sangat mengayakan bagi saya. Apa komentar Mas Agus? “Wah, ini ada gambar-gambar yang bagus kalau di-scan, untuk keperluan bikin PPT.”

Editor

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

4 Responses for this article

  1. on
    February 27th, 2011

    sempat terpikir, kenapa ya dulu pas kuliah, dosenku tak ada yg merekomen buku ini. ternyata cetakan thn 2007 (aku lulus 2006 :D). tapi buku semacam ini pasti bisa jd referensi yg bagus deh utk mata2 kuliah di jurusanku dulu 🙂 makasih mb rin 🙂

    • Rini Nurul
      on
      February 27th, 2011

      Iya No, cakupannya amat luas ya. Pasti menarik kalau jadi pegangan kuliah:D Sama-sama.:)

  2. on
    December 22nd, 2011

    Judul versi English nya apa ya? Terima Kasih.

    • admin rinurbad.com
      on
      December 23rd, 2011

      The Cartoon Guide to (Non) Communication : The Use and Misuse of Information in the Modern World