‘Alih-alih’ menjadi ‘bahkan’

March 23, 2011
2 secs

Saya pernah memosting ketidaksregan beberapa editor berdasarkan selera subjektif terhadap kata ‘alih-alih’ di blog Catatan Penerjemahan.

Secara otomatis, saya berusaha mengurangi pemakaian kata ini.

Contoh

Alih-alih, ada kalanya tidak seorang pun dapat mencegah Lord Vere memberi wejangan mengenai golongan zat kimia temuan baru yang dikenal dengan nama Pre-Raphaelites, atau tradisi kuliner aneh suku Pigmi di Swedia tengah.

Saya menggantinya sbb:

Bahkan, ada kalanya tidak seorang pun dapat mencegah Lord Vere memberi wejangan mengenai golongan zat kimia temuan baru yang dikenal dengan nama Pre-Raphaelites, atau tradisi kuliner aneh suku Pigmi di Swedia tengah.

atau

Malah, ada kalanya tidak seorang pun dapat mencegah Lord Vere memberi wejangan mengenai golongan zat kimia temuan baru yang dikenal dengan nama Pre-Raphaelites, atau tradisi kuliner aneh suku Pigmi di Swedia tengah.

Editor

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.